Mindset Promoter Harus Gantikan Orientasi Kepangkatan Dan Jabatan



Mindset Promoter Harus Gantikan Orientasi Kepangkatan Dan Jabatan


Berbagai stake holder saat ini sudah seharusnya mendorong Polri tidak lagi disibukkan oleh soal-soal pengkariran yg ujung-ujungnya sebenarnya soal jabatan dan kesejahteraan yg dipersempit oleh sekadar  eksistensi pengelompokan angkatan/ kelulusan Akpol.

"Dalam 5 - 6 tahun sebetulnuya orientasi sudah benar dengan menjadi Polri yg profesional, modern, terpercaya (promoter)," kata pendiri dan Ketua Dewan Pembina Pusat Studi Komunikasi Kepolisian (PUSKOMPOL) di Jakarta, Selasa (16/6/20).

Jadi, semua stake holder termasuk DPR RI, eksekutif, para ahli, pengmat, dan dari dalam institusi Polri sendiri jangan terjebak atau menjebakkan diri dalam mindset yang inkonsisten terhadap promoter yang sudah ditekadkan oleh dua Kapolri terakhir.

Suryadi melihat, memang salah satu kondisi krusial yang dihadapi Polri saat ini adalah dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Tidak sederhana, memang. Sebab, ini bukan sekadar masalah mutasi dan promosi atau demosi,  masih kurangnya secara kuantintas dan secara relatif tuntutan kualitas, tapi adalah masih dituntutnya untuk terus merkrut personel baru sementara  penumpukan pada golongan kepangkatan tertentu tak terhindarkan.

Dengan demikian kesibukan yang hanya peduli pada promosi jabatan di level-level atas tertentu, jelas merupakan langkah kurang arif dan akan berdampak pada iklim kerja yang tidak produktif apalagi untum kreatif dan inovatif.  

"Tekad untuk menjadi Polri yg profesional, modern, terpercaya (Promoter) sejak Kapolri sebelumnya dan dimantapkan hingga Kapolri yang saat ini justru lebih substansial untuk memenuhi tuntutan masyarakat agar bisa terayomi dan terlayani dalam penegakkan hukum yang profesinal," kata Ketua Dewan Pembin Pusat Studi Komunkasi Kepolisian (PUSKOMPOL) di Jakarta, Selasa (16/6/20).

Jadi, ini bukan sekadar soal calon Kapolri baru mengingat Kapolri Jenderal Idham Azis yang dipastikan pensiun pada Januari 2021. Apalagi, kata Suryadi, sekadar membicarakan "firkoh-firkohan" jenderal siapa dari rombongan lulusan Akpol tahun berapa.

"Inilah kalau pemikiran dan berorientasi pada semua harus bisa jadi jenderal, bukan semua dengan golong  kepangkatan apa pun harus jadi polisi yang Promoter," kata Suryadi.

Jadi, lanjut Suryadi, ini saatnya mengubah mindset bahwa tekad Promoter harus diwujudkan dalam upaya yang konkret sehingga semua yang berkaitan termasuk pengkariran dan kesejahteraan anggota tidak terkait lansung dengan kepangkatan dan kesejahteraan (baca gaji dan penghasilan).

"Jangan ditunda-tunda lagi, konsisten orientasikan pada promoter. Menjadi Kapolri, Kapolda atau apa pun jabatan semua diorientasikan pada promoter sehingga seseorang betul-betul ahli, profesional dengan keahliannya," kata Suryadi.

Eva/Red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama