Sentuhan Pemerintah Kota Tangerang Terhadap Soal-Soal Kebudayan,Pengamat Sosial Prihatin dengan Kebijakan Pemkot

Sentuhan Pemerintah Kota Tangerang Terhadap Soal-Soal Kebudayan,Pengamat Sosial Prihatin dengan Kebijakan Pemkot


TANGERANG – anekafakta.com

Komunitas Semangat Berbagi (Semanggi) Foundation yang bakal digusur Pemkot Tangerang mengundang keprihatian masyarakat dari kalangan komunitas,Pelajar,Akademis.

Menurut Ajis Pramuji, Pengamat Sosial , sentuhan Pemerintah Kota Tangerang terhadap soal-soal kebudayan  masih kurang. "Belum menyentuh pada hal-hal yang hakikat," ungkap Ajis.

Semestinya inovasi social entrepreneurship yang dilakukan komunitas Semanggi, dan sebelumnya Anak Langit serta Rumah Tawon, harus disikapi Pemkot sebagai asset yang harus di-maintenance.

"Anak Langit itu pernah mempersembahkan Bhaksacaraka beberapa tahun lalu, sebuah penghargaan dari Pemerintah indonesia untuk kota kreatif yang bisa menumbuhhkan kreatifitas sosial," katanya.

Demikian juga Semanggi memikiki prestasi yang luar biasa. Komunitas ini juga sudahmencapai tingkat internasional. "Orang Amerika pernah melakukan riset sosial juga," ungkapnya


Rumah Tawon juga prestasinya sangat bagus. Mereka melakukan pembinaan terhadap anak-anak bangsa. Kreatifitas sosial mereka tumbuh di akar rumput dengan kesadaran sendiri dari rakyatnya, bukan karena dorongan pemerintah.

"Saya melihatnya ini sebagai modal sosial (social capital) yang menjadi aset kota. Namun kelompok-kelompok ini tumbuh  dengan persoalan yg sama, yaitu tidak memiliki asset tempat,".

Namun ungkap Ajis, Hal itu tidak menjadi alasan bagi mereka untuk terus tumbuh, hadir, berkembang dan bermanfaat. "Itu sudah mereka buktikan. Kesadaran ini  kurang diperhatikan Pemkot ," Tuturnya.

( UJ/Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama