Layanan Inovasi BRILIAN BASSAMA : Bapas Kelas I Semarang Gandeng Kelurahan Langenharjo, Bekali Klien Pemasyarakatan dengan Keterampilan Budi Daya Sayur.




Layanan Inovasi BRILIAN BASSAMA : Bapas Kelas I Semarang Gandeng Kelurahan Langenharjo, Bekali Klien Pemasyarakatan dengan Keterampilan Budi Daya Sayur.

ANEKAFAKTA.COM,KENDAL – Pemerintah Kelurahan Langenharjo bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang terus menggerakkan program ketahanan pangan melalui kegiatan Bimbingan kepribadian dan Kemandirian Keliling (Brilian Bassama).

Pelatihan diadakan di Ruang Pertemuan Kelurahan Langenharjo, Kamis 20 November 2025 dengan melibatkan 16 klien Bapas asal Kabupaten Kendal.

Mereka adalah para mantan warga binaan yang tengah menjalani masa bimbingan hingga jaminan bersyarat berakhir.

Dalam kegiatan ini, Bapas menghadirkan penyuluh pertanian Kecamatan Kendal, Nona Siti Supadmi, didukung Babinkamtibmas Bripka Dwi Hariyanto Setyawan dan Babinsa Sertu Sukaeri.

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan Klien Anak Bapas Kelas I Semarang Atiq Joni Wardani, SH, MH mengatakan, program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan para klien agar lebih siap kembali ke masyarakat.

Pada sesi kali ini, peserta dibekali teknik budi daya tanaman terong dan cabai.

"Pelatihan ini sebagai wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah sekaligus menambah kompetensi klien," ujarnya.

Selain keterampilan bercocok tanam, peserta juga mendapat edukasi kesadaran hukum dari Babinkamtibmas dan wawasan kebangsaan dari Babinsa.

"Kami ingin mereka semakin dekat dengan masyarakat dan mampu berperan positif setelah kembali menjalani aktivitas sehari-hari," tambah Atiq.

Penyuluh Pertanian, Nona Siti Supadmi, mendorong peserta untuk memulai budi daya dengan cara sederhana menggunakan barang bekas.

Menurutnya, sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam bisa ditanam dengan metode mini hidroponik, sementara terong dan cabai dapat dibudidayakan melalui polibag.

"Dalam dua minggu sudah bisa panen. Hasilnya dapat dikonsumsi untuk memenuhi gizi keluarga atau dijual," jelasnya.

Lurah Langenharjo, Jupriyono, SH, M.AP menyambut baik program tersebut. Ia berharap keterampilan yang diperoleh bisa langsung dipraktikkan di rumah dan dikembangkan menjadi peluang usaha.

"Ini bekal penting untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian. Kami yakin kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi peserta," katanya

Dalam kesempatan lain Kepala Bapas Kelas I Semarang Totok Budiyanto, A.Md.IP, SH mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Lurah Langenharjo atas perhatian, dukungan dan kerjasamanya menberikan ruang dan waktunya sehingga kegiatan BRILIAN BASSAMA dapat terlaksana. Dukungan program pelatihan kali ini bertujuan memberdayakan Klien Pemasyarakatan dengan keterampilan produktif untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional melalui pelatihan budidaya hortikultura. Pelatihan ini juga selaras dengan program akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, yang mendorong klien Pemasyarakatan mampu menghasilkan produk UMKM berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Kolaborasi dengan pemerintah terkait dan lembaga swasta memperluas jangkauan pelatihan dan membuka akses pasar bagi klien Pemasyarakatan. 

"Kami percaya bahwa pemerintah daerah perlu terlibat langsung dalam menciptakan ruang belajar dan peluang bagi klien  pemasyarakatan agar mereka bisa bangkit dan mandiri. Mari kita tunjukkan bahwa kita mampu bangkit kembali dari keterpurukan. Kita dapat berubah menjadi manusia yang lebih baik. Melalui program BRILIAN BASSAMA bertekad meningkatkan kualitas pelayanan bagi klien pemasyarakatan, dengan tujuan menjadikan mereka wirausaha dan mendukung ketahanan pangan nasional", ucap Totok.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama