Gayo lues,Anekafakta.com-
Akibat bencana alam banjir dan longsor yang terjadi sebelumnya telah mengeruskan areal persawahan, rumah penduduk jalan dan jembatan sehingga terpaksa sebahagian tinggal dalam tenda pengungsian untuk bertahan hidup.
Di katakan Kepala dinas PUPR kabupaten gayo lues Chairuddin kasiman, ST. Data sementara kerusakan jalan jembatan akibat bencana alam yang rusak jembatan rangka baja, jembatan komposit, jembatan gantung, baja WF dan 60 irigasi, tanggul penahan tebing 58 titik lokasi. Jalan nasional 2 ruas jalan, 2 ruas jalan provinsi jalan, jalan lingkar kabupaten 51 titik secara keseluruhan 105 titik. Senin12 Januari 2026.
Kemudian dengan berkunjung wakil presiden Republik indonesia Gibran raka buming, dan setelah itu beberapa menteri dapat melihat langsung kerusakan-kerusakan jembatan, jalan dan tanggul irigasi, tentu ini perhatian serius dari pemerintah pusat di jakarta.
Selanjutnya kata Chairuddin kasiman untuk itu kami harapakan semua untuk perbaikan pemerintah pusat akan membantu dengan mengucurkan dana perbaikan sehingga pemulihan ekonomi masyarakat akan kembali secara perlahan.
Selanjutnya Chairuddin jelaskan daerah seribu Bukit, kabupaten gayo lues ini rata-rata masyarakat petani kebun dan sawah sebagai penggerek ekonomi menjadi penghasilanya, maka sangat kita harapkan tahun 2026 ini dapat berjalan perbaikan secara merata kerusakan-kerusakan akibat bencana alam banjir dan longsor.
Terakhir ia sampaikan kerusakan itu semua tergantung pemerintah pusat karena dana daerah darurat tidak mungkin bisa dilaksanakan sesuai harapan masyarakat, makA kita sangat berharap dibantu oleh pemerintah dari jakarta sehingga daerah gayo lues kemungkinan dengan cepat akan pulih, jalan dan jembatan maupun kerusakan lainya telah dapat kita lakukan perbaikan, terutama roda 2 maupun roda 4 setelah lancar nantinya masyarakat mudah melaksanakan aktivitas, baik pedagang membawa hasil bumi keluar daerah, dan petani kebun yang terkenal penghasil kopi, serai wangi, kakao, minyak nilam , kemiri, getah pinus, bawang dan hasil bumi lainya. Tutupnya.
(Ke/red)
Posting Komentar