Dorong Pelaku UKM Tidak Memakai Gas Melon, Walikota Tasikmalaya Resmikan Kampung Batik Bright Gas
Kota Tasikmalaya, anekafakta.com
Walikota Tasikmalaya Drs.H.Budi Budiman menghadiri dan Resmikan Kampung Batik Bright Gas yang bertempat di Kampung Ciroyom Kelurahan Nagara sari Kecamatan Cipedes. Jumat (01/10/2019)
Tampak hadir General Manager Pertamina MOR III Tengku Pernanda, Asisten Daerah 1bagian Ekonomi dan Pembangunan Kuswa Wardhana, ketua Hiswana migas H.Sigit Wahyu Andika, Camat Cipedes Sopyan ZM, Kapospol Cipedes Pupu, Kapolsek Indihiang, Babinsa Kel.Nagarasari Yadi, para lurah Se-Kecamatan Cipedes, para pengrajin batik, Ketua Konpektas dan para tamu undangan lainnya.
Dalam Sambutannya Walikota Tasikmalaya Drs.H.Budi Budiman mengatakan pemerintah sangat mengapresiasi adanya Kampung Batik Brigh Gas sebagai upaya Sosialisasi Pemerintah melalui Pertamina untuk mensosialisasikan dari peraturan menteri ESDM kalau tabung gas ini bisa terbagi bagi. Ada gas melon yang bersubsidi sesuai peraturan menteri, dan ada juga Bright Gas."Ujar Walikota
Sambung H.Budi, UMKM itu bukan haknya menggunakan gas melon. Ini menjadi contoh, dan kesadaran dari pelaku UMKM yang sudah bergeser ke bright gas. Kami pemerintah punya kewajiban untuk mensosialisasikan gas subsidi ini harus tepat sasaran" Ucap Budi
Walikota H.Budi Budiman berharap melalui peresmian ini tumbuh kesadaran dari masyrakat pelaku UKM gas melon ini bukan haknya. "Penghargaan Dan Apresiasi Setinggi tingginya kepada pelaku UKM Yang telah menggunakan Bright Gas".Pungkas Walikota H.Budi Budiman
Hal senada diungkapkan Tengku Pernanda GM Pertamina Wilayah III dalam sambutannya menyampaikan di Kampung Batik ini tercatat ada 34 UKM 400 tenaga kerja. Namun untuk Tahap awal kini sudah ada 25 pengrajin yang menggunakan Bright Gas.
"Di Kampung ini sudah kami branding Brigh gas, kami buatkan peta Kampung Batik untuk para wisatawan, Gapura dengan Branding Brigh Gas, Kita juga bangun tugu batik dengan branding Brigh gas, neon bok dengan tanda pengrajin batik yang sudah mnggunakan Brigh gas. Dan Para pengrajin juga dijadikan Sebagai Mitra binaan pertamina untuk perkembangan usahanya kedepan" Beber Tengku Pernanda.
Lanjut Tengku Pernanda sangat menghargai dukungan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya kepada Kampung Batik Brigh Gas, Kampung ini akan menjadi pusat Penukaran tabung, jadi central Penukaran, dimana Industri batik ini dari menggunakan LPG 3 kg ke Bright gas. Dengan demikian LPG 3 kg bisa dinikmati oleh masyarakat yang benar benar membutuhkan" Pungkasnya
Ditempat yang sama Hj.Enok Agnesa Pemilik Batik Agnesa yang sudah memakai Bright Gas mengatakan dengan memakai Brigh Gas penggunaanya dirasa lebih lama. Pemakaiannya sangat aman
,Kelebihannya tidak ribet, waktu pakai melon sering gak pas regulatornya setelah makai Brigh gas berani pasang sendiri dan merasa lebih aman. Jangka waktunya lebih lama". pungkas Hj Enok.
DEDE .KH

Posting Komentar