Setelah COVID 19: Indonesia Perlu Buat Skenario Doomsday

Setelah COVID 19: Indonesia Perlu Buat Skenario Doomsday


Pandemi Covid 19 hanyalah salah satu gejala atau tanda-tanda bahwa krisis global multidimensi 
atau Doomsday akan segera tiba. Berdasarkan hasil penelitian diperkirakan akan terjadi di akhir 
dekade ini. Oleh karena itu tahun 2020-2030 menjadi amat penting bagi Indonesia untuk 
melakukan revolusi pola pembangunan, agar mampu bertahan menghadapinya, demikian ungkap 
Mahawan Karuniasa, Direktur Environment Institute dalam acara Indonesia Environment Talks
2020.

Webinar pembangunan dan lingkungan tersebut diselengarakan oleh Environment Institute
bekerjasama dengan Radesa Institute, dan dibuka oleh Muhaimin Iskandar, Wakil DPR RI. Dalam 
sambutannya Muhaimin menyatakan perlu evaluasi total pembangunan pasca Covid 19, 
pembangunan haruslah berbeda dari sebelumnya, pola pembangunan berkelanjutan perlu menjadi 
ujung tombak perubahan, termasuk gagasan Omnibuslaw juga harus mampu menjawab tantangan 
ini. 

Webinar juga dihadiri, San Afri Awang dari UGM, ekonom Faisal Basri, Dewi Kartika dari 
Konsorsium Pembaruan Agraria, dan Ibnu Multazam, anggota DPR RI Komisi 4.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa zoonosis atau penyakit hasil transmisi dari binatang 
ke manusia mengalami peningkatan, salah satu faktor utamanya adalah berkurangnya 
keanekaragaman hayati, karena terjadinya deforestasi. Diduga, Covid 19 berkaitan dengan 
kelelawar sebagai inang utama dan trenggiling sebagai inang perantara. 

Selain deforestasi, 
perubahan iklim juga berperan dalam meningkatkan jumlah penyakit zoonosis.
Mengamati semuanya, kondisi lingkungan telah mengalami banyak perubahan. Kita saat ini hidup 
dengan potensi wabah zoonosis yang lebih banyak, CO2 yang lebih tinggi di atmosfer, suhu 
permukaan bumi yang lebih tinggi, dan spesies yang lebih sedikit atau biodiversity yang lebih rendah. 

Seperti diketahui, pada 1 Mei 2020 konsentrasi CO2 di atmosfer menembus rekor mencapai 
418 ppm, dan suhu permukaan bumi pada tahun 2019 telah meningkat 1,10 Celcius dibandingkan 
tahun 1800 an.

Disisi lain pembangunan di Indonesia masih tidak ramah lingkungan, semakin tinggi PDRB suatu 
provinsi, kualitas lingkungan hidup semakin menurun. 

Omnibuslaw juga mengindikasikan belum 
mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Meskipun masih banyak 
pekerjaan rumah urusan pembangunan nasional, namun tidak ada waktu lagi, sudah saatnya 
Indonesia memiliki skenario Doomsday atau krisis multidimensi yang mengancam eksistensi 
kehidupan manusia di planet Bumi,demikian tutup Mahawan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama