Lokasi TPA Cipeucang Segera Di Bangun Landville Ketiga Dukung Proyek PLTSA Dan TPA Yang Ramah Lingkungan


Lokasi TPA Cipeucang Segera Di Bangun Landville Ketiga Dukung Proyek PLTSA Dan TPA Yang Ramah Lingkungan


Rencana Pemerintah Pusat dan Daerah dalam waktu dekat ini akan membangun landville ketiga sebagai antisipasi tingginya volume sampah di TPA Cipeucang milik kota Tangerang Selatan. Pasca jebol nya sebagian dinding  sheetpile TPA Cipeucang pada minggu lalu (Jum'at 20/5/2020) hingga kini menjadi buah bibir sebagian masyarakat.

Masalah ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Kontraktor PT. Ramaijaya Purnasejati, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. 

Jumlah tonase yang tinggi dari sampah rumahan per harinya yang diangkut oleh armada DLH kelokasi TPA Cipeucang membuat TPA (tempat pembuangan akhir) kewalahan menampung semua itu. Alhasil dari hasil pantauan media dengan over nya jumlah sampah yang masuk dan ditampung TPA membuat sebagian dinding Sheetpile roboh. 

Disamping hal diatas berkembang dugaan lain,  terjadi nya musibah ini  akibat dari beberapa faktor. Sheetpile dengan ukuran 500 M X 13 M diduga dibangun tidak sesuai Spek, waktu yang minim, tidak maksimal nya penggunaan sarana landasan dan timbangan serta faktor alam yang ekstrem disekitar TPA tersebut.

Yepi Suherman, Sekdis DLH kota Tangsel kemarin (Kamis 10/6/2020) pada awak media mengatakan, " Pasca jebol nya sebagian dinding sheetpile membuat pimpinan DLH (Toto Sudarto) bersama jajaran nya sibuk melayani tamu dari Pemda, Polda, Polres, Kejari, DPRD, Kejari, Ormas maupun awak Media", aku nya. 

Masih dikata kan Yepi ,"Kami sudah berusaha melayani tamu dengan baik, kami proaktif dengan musibah ini, kami mengambil hikmah dari kasus TPA Cipeucang. 

Selain itu kami sudah melakukan hal urgent sebagai bentuk tanggung jawab bersama". 

Pihak Kontraktor dibantu DLH telah melaksanakan pembersihan Sungai Cisadane dengan mengangkat puing -  puing sheetpile maupun materi sampah yang telah mengotori air sungai beberapa minggu ini. 

Waktu untuk pengangkatan sampah dan runtuhan sheetpile yang terjun ke sungai memerlukan waktu yang lebih dari yang telah diperkirakan", urai nya.


Untuk antisipasi bau sampah dan polusi (air, udara, lingkungan) DLH untuk sementara ini hanya bisa menekan bau sampah dengan cairan kimia. 

Bentuk tanggung jawab sosial/moral yang dituntut sebagian masyarakat sedang dibahas. Sedang kan bentuk tanggung jawab kinerja dan regulasi sedang di kerjakan", demikian pungkas Yepi ditengah kesibukan nya.


Lain kesempatan Prasetyo, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI , minggu lalu didampingi Toto Sudarto (Kadis LH) saat sidak ke TPA Cipeucang mengatakan," saya melihat TPA Cipeucang pantas untuk ditata ulang, dua landville nya sudah over kapasitas. Dalam waktu dekat akan dibangun landville ketiga di lokasi tersebut oleh Pemda dan Pusat", ungkap nya. Kemudian sehubungan dengan rencana pemerintah menjadikan Tangsel sebagai pilot projec PLTsa maka penataan dan pembenahan TPA menjadi prioritas dan fokus pemerintah. Pasca Jebol nya sebagian dinding sheetpile Cipeucang, jajaran Kementrian PUPR RI merasa perlu segera terjun langsung untuk membantu menyelesaikan permasalahan teknik. 

"Setelah pembersihan material sampah dan reruntuhan sheetpile rampung dikerjakan, kemungkinan akan segera dibangun pembatas dan tanggul penahan sheetpile tersebut, lalu diikuti dengan pembuatan Landville ketiga", ungkap nya. Pihak Kontraktor harus bertanggung jawab atas jebol nya sheetpile dan pembersihan sungai, sebagai bukti pertanggung jawaban. 

Akhir Desember 2019 pengerjaan proyek Sheetpile, Landasan, Timbangan dan Jembatan dilokasi TPA Cipeucang dinyatakan finish. 

"Ke empat proyek Cipeucang tersebut dibangun menggunakan APBD TA 2018. Selama enam bulan kwalitas bangunan masih menjadi tanggung jawab  pihak Kontraktor",demikian pungkas Prasetyo. 

(MERCY/Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama