Diamankan Polisi saat Dugem, IMNA Labura Minta 5 Oknum Anggota DPRD Labura Mundur dari Jabatannya
Labuhanbatu Utara,anekafakta.com
Kabupaten Labuhanbatu Utara kembali dibuat heboh oleh kelakuan dari pejabatnya. Per tanggal 7 Agustus 2021, sebanyak 17 orang termasuk lima anggota DPRD Labuhanbatu Utara diamankan aparat Satuan Reserse Polres Asahan dari sebuah hotal di Kisaran, Kabupaten Asahan dini hari. Diterangkan kelima oknum DRPD tersebut diamankan bersama tujuh orang wanita. Diketahui juga, saat diamankan polisi menemukan sisa pecahan ekstasi dalam ruangan karaoke di hotel tersebut.
Kelima orang anggota DPRD tersebut adalah Jainal Samosir (Ketua Fraksi Hanura Labuhanbatu Utara), M Ali Borkat (Ketua DPC PPP Labuhanbatu Utara), Khairul Anwar Panjaitan (DPRD Fraksi Golkar), Giat Kurniawan (Anggota DPRD PAN), dan Pebrianto Gultom (anggota DPRD asal Partai Hanura).
Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Kecamatan NA IX-X (IMNA) Labura Bidang Kebijakan Publik, Ali Sofyan Syarif Ritonga menyesalkan tindakan oknum DPRD tersebut karena telah memberi citra buruk terhadap daerah berupa pelanggaran PPKM.
"Ketika warga harus terbogem dengan aturan yang ada mereka harus tinggal di rumah, pengajian dan sekolah ditutup, warung nggak boleh buka, belum tenaga kesehatan yang sedang berjibaku, eh mereka malah asyik dugem dengan wanita yang bukan mahrom nya, itu bukan contoh wakil rakyat yang baik tapi malah menjadi sampah masyarakat. Nggak ada sensitivitasnya, tak layak menjadi wakil rakyat buat malu aja", tanggapan Ali.
Atas nama IMNA Labura, Ali meminta Ketua DPRD Labuhanbatu Utara untuk menggelar sidang Badan Kehormatan Dewan agar mencopot jabatan kelima anggotaanya tersebut setelah jelas melanggar PPKM. Pihaknya juga meminta pimpinan masing-masing partai untuk mengganti dewannya yang terlibat.
"Ini saatnya Ketua DPRD dan pimpinan partai di Labuhanbatu Utara menunjukkan legitimasi moralnya untuk penegakan aturan". Ujar Ali.
Menurut atlet PON Sumut tersebut, selain pelanggaran PPKM mereka juga diduga melakukan penyalahgunaan narkoba walaupun memang masih harus menunggu hasil dari penyidik. Pihaknya pun berharap penyidik dapat mengungkap pelanggaran apa saja dan diberi tindakan tegas yang sepadan.
"Semoga terbuka dan adil bagi masyarakat atas tindakan wakil yang dipilihnya dua tahun yang lalu", tutup Ali.
Eva/Red

Posting Komentar