Memajukan Seni dan Budaya Betawi Ala Bang Japar

Memajukan Seni dan Budaya Betawi Ala Bang Japar


Setiap rumah tentu memiliki ruang yang sesuai fungsinya diantaranya ada ruang tamu, ruang makan, ruang dapur, dan kamar. Seni dan budaya bisa dianalogikan seperti demikian. Rumah besarnya adalah budaya, seni atau keseniannya adalah salah satu ruang dalam rumah besar tersebut. Dengan demikian keduanya saling keterkaitan. Tanpa budaya tidak akan ada seni, sebaliknya tanpa seni, budaya tak pernah lengkap jiwanya. 

Rumah pun sangat perlu diapresiasi caranya direnovasi agar fungsinya dapat bertahan menandingi waktu dan kehidupan seperti yang dilakukan Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) yang berkunjung ke Kampung Budaya Beksi Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Sabtu, 18 September 2021. Ormas yang diinisasi oleh Hj. Fahira Fahmi Idris selaku anggota DPD RI dapil Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi dalam bentuk piagam penghargaan kepada para praktisi dan anggota Yayasan Kampung Silat Petukangan yang sampai sekarang masih terus mengembangkan nilai seni dan budaya Betawi. 

Muhammad, perwakilan dari Bang Japar mengatakan bahwa seni dan budaya Betawi ini sangat perlu dikembangkan agar generasi selanjutnya bisa mengenal dan terus dikenal. "Intisari dari seni dan budaya adalah nilainya, maka nilai inilah yang perlu kita jaga dan kembangkan seiring perkembangan zaman," tutur Muhammad. 

Dalam kesempatan ini, hadir pula Syopwani (Lurah Petukangan Utara), Naupal Haryawan (Ketua Umum Yayasan Kampung Silat Petukangan), Baba Soleh (sesepuh silat Beksi), Nasir Mupid (Maestro Topeng Blantek), Abdul Aziz (seniman Betawi), serta para pelaku seni dan penggiat budaya di bawah naungan Yayasan Kampung Silat Petukangan. 

Naupal Haryawan menambahkan bahwa apresiasi merupakan hal yang penting bagi manusia, sebab tanpa apresiasi manusia akan mati dalam berkarya. "Oleh karenanya apresiasi tak kenal besar dan kecil, karena itu adalah api dari sebuah karya seni dan budaya yang menentukan keberlangsungan seni dan budaya itu sendiri," kata Naupal. 

Meski tidak formal, kegiatan yang berlokasi di area makam pahlawan Beksi Haji Godjalih berlangsung cukup khidmat. Pemberian piagam penghargaan dari Bang Japar kepada para pegiat seni dan budaya menutup jalannya acara. Sesi foto bersama dan ucapan terima kasih kepada Hj. Fahira Idris menambah kesan bahwa memajukan seni dan budaya adalah tanggung jawab kita bersama. 

Aziz/Red

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama