Perbedaan adalah Rahmat


Perbedaan adalah Rahmat

Oleh KH Tubagus  Sehabudin Assa'idy adalah Mudir JATMAN Wustho Banten dan Pengasuh Pesantren Daarussa'adah Jatiuwung Kota Tangerang Banten

Perbedaan adalah keniscayaan dalam kehidupan. Kita semua berbeda satu sama lain. Tuhan memang sudah mendesainNya sedemikian rupa. Sebagai orang yang beragama, kita yakin pasti rencana Tuhan sangat indah yang membuat perbedaan.

Perbedaan adalah warna kehidupan. Sebuah realitas sosial kehidupan seluruh makhluk di atas bumi ini. Perbedaan pada dasarnya adalah perekat, penguat dan pengokoh sosial kita.

Perbedaan bisa dipandang pembeda bila memandangnya dengan kacamata "diri merasa lebih dari yang lain". 

Iblis bersikap pongah terhadap Adam Alaihissalam karena merasa berbeda dengan Adam Alaihissalam. Sebetulnya, seandainya saja Iblis dalam melihat Adam Alaihissalam dengan memakai  "kacamata" Rahmah tentu ceritanya akan berbeda dari yang sekarang. Tapi sangat disesalkan Iblis melihat perbedaan dengan kacamata pembeda. Siapa yang tidak Ikut Iblis adalah musuh Iblis. Kehadiran Adam Alaihissalam yang seharusnya dipandang sebagai partner untuk menjalankan Tugas kekhalifahanNya di bumi malah dianggap musuh. Dan awal ceritanya kita semua tahu Iblis pada akhirnya menjadi makhluk terkutuk.

Sangat bijak para Ulama Islam sangat mengajarkan kepada kita semua bahwa perbedaan itu adalah Rahmat. Ajaran yang Simple namun mengandung makna yang sangat dalam. Hal tersebut harus kita maknai bahwa apapun yang menjadi objek perbedaan bagi seorang muslim adalah Rahmat. Disini kita memaknainya, tidak ada yang perlu diperuncing, dipertajam dan diperkeruh dengan sikap-sikap yang tidak produktif dan bijaksana.

Adalah hal yang wajar bila terjadi perbedaan pandangan, pemikiran dan sikap dalam satu persoalan. Sebab hal itu sudah merupakan "fitrah" kita sebagai manusia. Namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kita bisa mengendalikan diri dan tindakan kita dalam merespon perbedaan.

Bila kita yakin bahwa perbedaan seorang muslim adalah Rahmah. Terus apa mesti kita harus merasa diri yang paling benar? Tentu jawabannya ada di diri kita masing-masing.

Ayo mari kita jadikan perbedaan sebagai wasilah turunnya Rahmat Alloh SWT pada kita semua. Amiin.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama