Jakarta,Anekafakta.com-Budaya Betawi adalah kekayaan seni, tradisi dan adat istiadat yang berkembang di kalangan masyarakat asli Jakarta. Desa Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi dengan SK Disparekraf DKI Jakarta Nomor : e-0006 Tahun 2022, NIB. 0602240038869 KBLI. 90090, Desa Wisata Binaan : Kemenparekraf RI, 31 Januari 2023, Sertifikat Desa Wisata : No. SRTF/2018/DI.00.01.ID.3/2024 terus bergeliat dalam membina, mengembangkan, melestarikan, memanfaatkan khazanah budaya bangsa, khususnya diwilayah Jakarta Selatan.
Seperti pada Sabtu, 27 Desember 2025 di Area Makam Pahlawan Beksi alm H. Godjalih Jl. Durisn 1-2 RT. 005/004 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan pegiat Desa Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi menyelenggarakan kegiatan "Geger Beksi - Gerak Gerik Beksi" bertemakan "Soal Klasik Dunia Seni Tradisi" dengan peserta para seniman, budayawan, pimpinan sanggar seni, ketua RT dan RW, LMK dan FKDM, Karang Taruna dan PKK, tokoh masyarakat serta masyarakat lainnya melebur bersama bertujuan untuk memberikan apresiasi, informasi terhadap nilai budaya dan atraksi hiburan.
Turut hadir sebagai narasumber Rik A Sakri (praktisi seni pertunjukan), Muhamad Rido (mahasiswa S2 UIN Jakarta), Nasir Mupid (seniman topeng blantek), Nurhasan/Dhocon Sancha (praktisi seni rupa Betawi), Cecep Sudrajat (seniman tradisi), H. Naupal Haryawan (tokoh masyarakat) dan Abdul Aziz (pemerhati/pengajar utama seni budaya) sebagai moderator.
Dalam kesempatan ini, Ria Kusbandini/Mpok Noe selaku seniman perempuan Betawi mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah suatu bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang telah ditanamkan oleh leluhur. Diskusi ini memberikan informasi kepada warga tentang dari ketidaktahuan warga tentang seni dan budaya menjadi paham pentingnya mempertahankan dan melestarikan budaya di zaman globalisasi ini.
"Selain diskusi dan apresiasi, kegiatan ini juga disuguhkan pergelaran Lenong Preman Sanggar Seni Ondel Penerangan dalam lakon "Si Radin Dari Pesanggrahan" dengan pengatur lakon Agus Salim. Antusias penonton mulai dari warga sekitar, keluarga pemain, dan para undangan sangat positif. Mereka menikmati semua acara dari awal sampai akhir dengan di sajikan minuman ciri khas Betawi Bir Pletok dan makanan ubi rebus, singkong serta jagung rebus," ungkapnya.
Menurut Agus Salim sang pengatur lakon Lenong Preman bahwa secara kebetulan sekali saya diberikan kepercayaan oleh teman-teman untuk mengatur lakon dalam penggarapannya. Walaupun dalam prosesnya penuh dengan lika-liku karena dalam hal ini saya menggarap yang masih pemula. Banyak sekali pengalaman yang berharga dan saya jadi banyak belajar dalam penggarapan.
"Ternyata masih banyak hal-hal lain selain cerita, garapan yang harus di perhatikan juga dan tentunya tidak sesederhana seperti yang selama ini saya bayangkan," tuturnya.
Disamping itu, Chairudin Ketua RW didampingi Subhan LMK wilayah RW. 04 Kel. Petukangan Utara berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut secara rutin tiap awal bulan,"Sehingga dapat menjadi hiburan masyarakat serta juga diharapkan bisa menghidupkan UMKM masyarakat berbasis budaya khususnya diwilayah Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan," harapnya.
Red
Posting Komentar