Jakarta, Anekafakta.com-Malam Tahun Baru 2026 Jakarta Global City bertajuk "Dari Jakarta Untuk Indonesia" dengan tema "Rangkul Keragaman, Rawat Harapan" yang berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025 mulai Pukul. 18.00 - 00.30 WIB di Halaman Kantor UPK Kota Tua Jl. Kali Besar Timur No.30 RT. 007/007, Pinangsia,Taman Sari, Jakarta Barat.
Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh Master Of Ceremony : Danar Gumilang, Amira Kareem Al-Kathiri, Ahmad Bahsin, Sophia Smith, Syafira Salsa, Fadly Kidal. Selain itu, ditampilkan Music Performance : Rifki FTR, Nadila Wantari Ex JKT 48, Romy Jakboys, Abyral Ethnic, Rara, Akustik Kota Tua, Angklung Ramawijaya, Mulles Reborn, Komunitas Reggae Kota Tua, Teras 49, B'One Band, Sanggar Gitarda, Sanggar Seni Kampung Silat, Sanggar AM Dance Studio, Cantare Project, CB Musik, Roneta Style, Baskara Music, Beat Music, RN Musik.
Dikesempatan ini, Agus Priyatna atau yang biasa dipanggil Rik A Sakri selaku tokoh seni pertunjukan Jakarta yang terlihat hadir pada malam itu mengatakan bahwa dua pertunjukkan yang disuguhkan oleh Sanggar Seni Kampung Silat cukup memberi tantangan kepada para pemain disamping rintik hujan yang tiada henti hingga larut malam, tapi tidak menyurutkan para pemain untuk mempertunjukkan dua buah karyanya. Yang pertama dipentaskan di panggung sore hari ditengah rintik hujan dengan pesan cukup membuat penonton terhibur yang diwakili oleh Master Of Ceremony.
"Dalam cerita Bodoran Show tersebut dapat menyadarkan kita untuk jangan sekali-kali berbohong karena akan membuat kehidupan kacau. Pesan tanpa menggurui dibawakan dengan lawakan yang merakyat," ungkapnya.
Dijelaskannya bahwa sementara pertunjukkan kedua dengan gerimis yang cukup membasahi pakaian para penonton, tapi tetap menonton dengan masing-masing mencari tempat berteduh. Walaupun diawali dengan musik yang agak mis, tapi pertunjukkan berjalan dengan memberi informasi tentang Meriam Si Jagur yang dibungkus dengan cerita komedi bahwa simbol dari ujung meriam itu bukan simbol sex/pornografi, tapi merupakan simbol kesuburan, kemakmuran berdasarkan data dan fakta sejarah.
"Dari pemain anak yang mengusulkan agar mengganti ujung meriam berbentuk jempol kejepit dengan jari yang berbentuk 'sarangheo'/cinta. Setelah diberi penjelasan akhirnya tidak jadi untuk diganti. Artinya hargai budaya yang sudah ada dan jangan sekali melupakan sejarah," jelasnya.
Senada dengan itu, Agus Marmo sebagai seniman kota tua dan sekaligus guru seni budaya SMK Putra Satria menegaskan bahwa pergantian tahun dari 2025 ke 2026 meninggalkan kesan menarik dari yang sebelum-sebelumnya. Dimana acara berlangsung di samping Kali Besar Timur Kawasan Kota Tua, dengan menyajikan berbagai macam acara yangg benar-benar menghibur masyarakat umum dan juga warga sekitar. Acara yang disajikan cukup beragam, mulai dari musik-musik indie, tarian tradisional hingga bodoran show.
"Apalagi dipandu dengan Master Of Ceremony yang cukup mencair dengan keadaan lingkungan saat itu diguyur hujan dan pertunjukkan berlangsung hingga pergantian tahun berjalan," tegasnya.
Menurut Ria Kusbandini salah satu pemain Bodoran Show Sanggar Seni Kampung Silat menuturkan bahwa acara ini berlangsung dari pagi sampai tengah malam yang melibatkan banyak musisi kota tua, artis tiktok dan anggota JKT 48. Ikut hadir pula Sanggar Seni Kampung Silat menampilkan seni budaya Betawi,"Dalam bentuk Bodoran Show dengan lakon "Juragan Barja" dan "Meriam Si Jagur" yang cukup menghibur dan alur cerita menarik. Bahkan ada kegiatan donasi korban banjir Sumatera," tuturnya.
Disamping itu, Agus Salim selaku seniman Betawi mengaku bahwa malam ini suatu moment dan pengalaman yang berkesan sekali dimalam tahun baru 2026 bisa tampil perform. Dalam hal perform ini kita juga melibatkan anak-anak yang merupakan menjadi harapan untuk tumbuh menjadi generasi penerusnya.
"Kami terus berupaya dalam pergerakan budaya ini melibatkan anak-anak untuk persiapan generasi akan datang," harapnya.
Febi yang didampingi Erlangga selaku panitia pelaksana menambahkan bahwa penampilan semua talent keren, terutama Bodoran Show yang sudah melestarikan budaya Betawi melalui seni pertunjukan.
"Makin kerasa melestarikan budaya Betawi banget. apalagi kolaborasi dengan berbagai usia juga dan mantap serta sukses selalu," pungkasnya.
Red
Posting Komentar