Lewat Film "SINTAS", Rutan Kelas I Jakarta Pusat Hadirkan Kisah Nyata tentang Harapan, Perubahan, dan Kesempatan Kedua


 
Jakarta,Anekafakta.com– Di balik tembok rumah tahanan, tersimpan banyak kisah tentang perjuangan, harapan, dan kesempatan kedua yang belum banyak diketahui masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat menggelar Gala Premiere Film Pendek "SINTAS" sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Move It, Spirit of Reintegration, Creativity, and Education, pada Jumat (3/7) di Gedung II Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat. Film pendek ini merupakan hasil kolaborasi antara Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus menjadi salah satu inovasi pembinaan yang mengangkat kisah nyata tentang proses perubahan dan reintegrasi sosial warga binaan.
 
Acara dihadiri oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kadiyono, Bc.IP., S.I.P., M.Si., jajaran pejabat struktural, pegawai Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat, wali warga binaan, warga binaan, serta tamu undangan lainnya.
 
Film pendek "SINTAS" diangkat dari kisah nyata dan digarap oleh Reza Bukan, seorang mantan warga binaan, melalui kolaborasi bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat. Keterlibatan Reza dalam proses kreatif menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan mampu melahirkan individu yang bangkit, berkarya, dan menginspirasi masyarakat. Berangkat dari pengalaman hidup yang pernah dijalaninya, film ini menghadirkan gambaran yang autentik mengenai kehidupan di dalam rumah tahanan serta proses pembinaan yang berlangsung di dalamnya.
 
Melalui alur cerita yang dekat dengan realitas, "SINTAS" ingin menyampaikan bahwa rumah tahanan bukanlah tempat yang identik dengan stigma semata. Di balik sistem pengamanan, terdapat berbagai program pembinaan yang memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan keterampilan, menjaga kesehatan fisik dan mental, membangun karakter, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalankan fungsi sosial di tengah masyarakat. Nilai kekeluargaan, kepedulian, dan kesempatan kedua menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada publik melalui film ini.
 
Dalam sambutannya, Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Kadiyono, Bc.IP., S.I.P., M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berbagai inovasi pembinaan dan pelayanan yang telah dilaksanakan oleh Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat, termasuk pemanfaatan film sebagai media edukasi dan komunikasi publik. Menurutnya, "SINTAS" telah mampu menggambarkan kondisi nyata yang berlangsung di lingkungan pemasyarakatan sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai upaya pembinaan yang selama ini dijalankan.
Kadiyono menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen. Semangat dan dedikasi petugas pemasyarakatan dalam menjalankan tugas harus diimbangi dengan kemauan warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan juga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial.
 
Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan berbagai upaya pembinaan secara jujur, terbuka, dan apa adanya kepada masyarakat. Menurutnya, publik perlu mengetahui bahwa pemasyarakatan telah bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan dan pembinaan. Melalui penyampaian informasi yang objektif, diharapkan dapat terbentuk perspektif yang lebih positif terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembinaan yang dilaksanakan.
 
Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, menyampaikan bahwa "SINTAS" bukan sekadar sebuah karya film, melainkan media yang merekam sekaligus menyampaikan proses perubahan yang nyata di lingkungan pemasyarakatan.
 
"Film ini kami hadirkan bukan hanya sebagai karya kreatif, tetapi juga sebagai media untuk memperlihatkan bahwa proses pembinaan di pemasyarakatan berjalan secara nyata. Kami ingin masyarakat melihat bahwa di balik tembok rumah tahanan terdapat proses belajar, perubahan, dan harapan yang terus dibangun agar warga binaan siap kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat," ujar Wahyu Trah Utomo.
 
Melalui Gala Premiere Film Pendek "SINTAS", Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat berharap masyarakat dapat melihat pemasyarakatan dari perspektif yang lebih utuh, humanis, dan objektif. Film ini menjadi bukti bahwa pembinaan tidak berhenti pada aspek keamanan semata, tetapi juga menghadirkan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, mengembangkan potensi, dan membangun masa depan yang lebih baik. Kehadiran "SINTAS" diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik bahwa pemasyarakatan merupakan investasi kemanusiaan yang berorientasi pada perubahan, pemberdayaan, dan reintegrasi sosial.

Red
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama