Solo Keroncong Festival 2026 Hadir Lebih Meriah, Angkat Kolaborasi Lintas Generasi dan Kecamatan


SURAKARTA, Jawa Tengah ,Anekafakta.com – Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar sebagai wujud komitmen dalam melestarikan dan mengembangkan musik keroncong sebagai warisan budaya Indonesia. Bertempat di kawasan bersejarah Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, gelaran hari pertama festival ini menghadirkan rangkaian acara yang megah, kolaboratif, dan penuh semangat kebudayaan.


Pembukaan acara dimulai pada pukul 19:45 WIB dengan Opening MC yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Pelaksana SKF (Bangkit Sanjaya, S.Pd., M.Sn.) serta sambutan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta (Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan), Pemerintah Kota Surakarta diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta (Maretha Dinar Cahyono, S.E., M.M.), hingga Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Dilanjutkan dengan penyerahan Sertifikat kepada para penampil Solo Keroncong Festival 2026 hari pertama. KGPA Panembahan Agung Tedjowulan selaku perwakilan dari Keraton Kasunanan Surakarta mengaku banga atas kesenian keroncong, beliau mengatakan “Keroncong sebagai musik asli Kota Solo Terbukti dari disahkannya Lagu Bengawan Solo mengalir sampai jauh, tidak hanya sampai ke Jepang tetapi juga telah mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia dalam pergaulan internasional”.


Suasana di hari pertama beralih menuju momen simbolis pembukaan melalui opening ceremony dengan memainkan alat musik keroncong dari cak dan cok. Kemegahan pembukaan semakin terasa dengan hadirnya opening performance berupa tari “Mahottama Suara” yang dibawakan oleh Sanggar Tari Brahmastra, menghadirkan perpaduan harmonis antara gerak, musik, dan semangat pelestarian budaya


Rangkaian momentum Solo Keroncong Festival 2026 bertabur beragam penampilan dari berbagai kecamatan di Kota Surakarta, daerah luar kota, bahkan luar negeri (Malaysia). Penampilan diawali oleh Kecamatan Pasar Kliwon yang berkolaborasi dengan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Madu Kusumo, yang mana menghadirkan aransemen keroncong yang memadukan unsur tradisional dan modern.


Penampilan dilanjutkan oleh Kecamatan Laweyan yang membawakan tiga lagu dengan nuansa khas keroncong klasik. Suasana semakin meriah dengan penampilan dari Orkes Keroncong Tunjok Langit yang menyuguhkan empat lagu dengan komposisi alat musik yang lengkap dan harmonis.


Selanjutnya, Orkes Keroncong dari Bandung Lapis Legit tampil dengan lima lagu yang memadukan instrumen keroncong dengan sentuhan modern seperti saxophone, trumpet, dan unsur gamelan, menciptakan pengalaman musikal yang unik bagi penonton. Penampilan berikutnya datang dari OK Impresif Riang Gembira yang berkolaborasi dengan Tuti Maryati, menghadirkan sajian musik yang enerjik dan menghibur.


Memasuki penghujung acara, suasana Solo Keroncong Festival 2026 semakin hangat dengan antusiasme penonton yang tetap terjaga hingga akhir penampilan yang menampilkan OK De Java Keroncong bersama Iga Mawarni, membawakan enam lagu yang menjadi salah satu highlight serta penampilan penutup pada Solo Keroncong Festival 2026 di hari pertama. Rangkaian sajian musik keroncong yang variatif dan kolaboratif sepanjang malam berhasil menghadirkan pengalaman budaya yang berkesan.


Solo Keroncong Festival 2026 bukan hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi lintas generasi, komunitas, dan wilayah dalam menjaga eksistensi musik keroncong di tengah arus modernisasi. Festival ini diharapkan mampu terus menjadi ikon budaya Kota Surakarta sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan musik tradisional Indonesia.

Rth
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama