Jakarta,Anekafakta.com-Pada Jum'at, 10 Juli 2026 Pegiat Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi diterima audiensi oleh Jonie Paulus Rumimper Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) kota administrasi Jakarta Selatan didampingi Nanang Kepala Seksi (Kasie) dan Amri staf Sudin Parekraf Jaksel di Ruang Rapat Sudin Parekraf Jaksel Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan Lantai 10 Jalan Prapanca Raya Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan ini, Jonie Paulus Rumimper Kasudin Parekraf Jaksel menyambut baik pertemuan dan silaturahmi ini dalam rangka membina, mengembangkan, melestarikan, memanfaatkan potensi pariwisata serta ekonomi kreatif di wilayah kota administrasi Jakarta Selatan
"Kebetulan di tahun 2026 ini Kementerian Pariwisata menyelenggarakan kegiatan Wonderful Indonesia Award (WIA) dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta mengharapkan kepada Kampung Wisata yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta untuk turut serta dalam kegiatan tersebut," jelasnya.
Sebagaimana Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi yang telah ditetapkan sebagai Kampung Wisata di wilayah kota administrasi Jakarta Selatan pada tahun 2022 ini untuk segera mendaftarkan melalui website WIA. Kami berharap kita semua dapat bersinergi dalam mensukseskan kegiatan ini ke depan.
"Apalagi di wilayah Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi ada potensi wisata dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yaitu Rawa Lindung di wilayah Kel. Petukangan Selatan yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Beksi Kong Noer," tegasnya.
Senada dengan itu, Abdul Aziz salah satu pegiat Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi sangat antusias untuk bersinergi kepada seluruh pihak dalam mengembangkan potensi wisata dan ekonomi kreatif di wilayah kota administrasi Jakarta Selatan. Sebab, sejak tahun 2019 kami mulai bergerak membangun Kampung Wisata melalui Yayasan Kampung Silat Petukangan dengan menitikberatkan kepada kegiatan wisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya yang bersandar kepada 5 Pahlawan Beksi di Petukangan. Selain itu, pencak silat beksi telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Provinsi DKI Jakarta tahun 2015 dan mensuport penetapan Pencak Silat menjadi WBTb Dunia tahun 2019 oleh UNESCO.
"Telah banyak kegiatan yang telah kami lakukan, seperti pendampingan penelitian budaya siswa/i SD/SMP/SMA dan mahasiswa, menyelenggarakan Diklat seni budaya, pertunjukan seni secara rutin mingguan, bulanan dan tahunan, gebyar budaya dan festival budaya," tuturnya.
Menurutnya bahwa Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi telah berhasil menjadi 500 Desa Wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2023 dan menjadi Desa Wisata binaan Kemenparekraf tahun 2024 serta telah banyak membantu penelitian mahasiswa/i sampai wisuda dan bahkan kami menelorkan 3 Doktor Beksi.
"Dengan demikian, sudah barang tentu menjadi tanggung jawab kita bersama dalam rangka mendukung Rawa Lindung menjadi salah satu destinasi wisata dan ekonomi kreatif yang masuk di dalam kawasan Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi. Tentunya kami sangat berharap kepada Sudin Parekraf untuk konsen didalam mewujudkan Rawa Lindung menjadi salah satu destinasi wisata andalan kota administrasi Jakarta Selatan," harapnya.
(ziz)
Posting Komentar