Antisipasi Kebakaran, Lapas Gunungsitoli Bekali Pegawai Hadapi Situasi Darurat  




Gunungsitoli ,Anekafakta.com– Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan tanpa diduga. Dalam situasi darurat, kesiapan serta kemampuan mengambil tindakan cepat menjadi hal penting untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Atas dasar itu, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli terus memperkuat kesiapsiagaan jajarannya dalam menghadapi potensi kebakaran.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana Kebakaran yang digelar di halaman Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Rabu kemarin, (26/8).

Kegiatan tersebut diikuti langsung Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, bersama pejabat struktural, seluruh pegawai, peserta magang, serta petugas Pemadam Kebakaran Kota Gunungsitoli.

Kehadiran petugas pemadam kebakaran menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada seluruh peserta mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

Mulai dari mengenali faktor penyebab kebakaran, melakukan pencegahan, hingga tindakan awal ketika api mulai muncul, seluruhnya menjadi materi yang diberikan dalam sosialisasi tersebut.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan sarana pemadam kebakaran secara tepat dan aman.

Tak hanya itu, petugas menekankan pentingnya tetap tenang saat menghadapi keadaan darurat, mampu membaca situasi, menentukan langkah yang tepat, hingga melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, mengatakan kegiatan tersebut bentuk upaya memperkuat kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin seluruh jajaran memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran dan mampu bertindak cepat serta tepat," ujar Sahat Bangun.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berbicara tentang kemampuan memadamkan api ketika kebakaran sudah terjadi.

Lebih dari itu, pencegahan harus menjadi perhatian utama agar potensi kebakaran dapat dideteksi dan diminimalkan sejak dini.

"Yang paling penting adalah membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan merupakan langkah awal untuk meminimalkan risiko dan dampak apabila terjadi kebakaran," katanya.

Sahat menambahkan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pegawai maupun peserta magang dalam menghadapi situasi darurat.

Dengan pemahaman yang baik, setiap orang diharapkan tidak mudah panik dan mampu mengambil tindakan sesuai prosedur keselamatan.

Selain meningkatkan kapasitas internal, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Lapas Kelas IIB Gunungsitoli dengan Pemadam Kebakaran Kota Gunungsitoli.

Sinergi lintas instansi dinilai penting dalam membangun kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.

"Harapannya, seluruh jajaran memiliki kesiapan yang sama dan mampu bertindak secara terkoordinasi, cepat, serta tepat apabila sewaktu-waktu menghadapi kondisi darurat," ungkapnya.

Kesiapsiagaan terhadap kebakaran, lanjutnya, bukan hanya menjadi kebutuhan di lingkungan kerja.
Pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran, penggunaan alat pemadam, serta tindakan awal saat menghadapi api juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 (A1)
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama