Tim Peneliti Budaya Kunjungi Sanggar Seni Kampung Silat Petukangan 


Jakay, Anekafakta.com-"Saya mengapresiasi sambutan hangat dan keterbukaan yang diberikan oleh Bang Abdul Aziz beserta seluruh pengurus Sanggar Seni Kampung Silat Petukangan selama kegiatan penelitian berlangsung. Informasi yang disampaikan sangat membantu dalam memberikan gambaran mengenai upaya pelestarian seni dan budaya di tengah masyarakat," ungkap Dewi Ambarsari selaku Tim Peneliti Budaya Universitas Mercubuana disela kunjungan budaya pada Jum'at, 07 Agustus 2026 di Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Jalan Ciledug Raya No. 46 RT. 006/004 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan.

Turut hadir Abdul Aziz selaku perwakilan dari Sanggar Seni Kampung Silat Petukangan, Jumardi Akis sebagai pegiat seni pencak silat beksi dan sekaligus pelatih ekskul seni Betawi SMP Putra Satria, Agus Salim salah satu pegiat Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi serta anggota Sanggar Seni Kampung Silat Petukangan dan siswa-siswi SMP Putra Satria.

Dijelaskannya bahwa pendekatan yang dilakukan sanggar dalam mengenalkan seni dan budaya kepada generasi muda juga menjadi nilai yang sangat positif. Semoga semangat dalam melestarikan seni dan budaya ini terus terjaga serta,"Sanggar Seni Kampung Silat Petukangan semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas," jelasnya.

Senada dengan itu, Alysha Dwi Mauretha sebagai Anggota Penelitian Budaya Universitas Trilogi menegaskan bahwa kunjungan kami ke Sanggar Seni Kampung Silat Petukangan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Sejak datang, kami disambut dengan hangat oleh Bang Abdul Aziz beserta para pengurus sanggar. Wawancara berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, sehingga kami dapat memperoleh banyak informasi yang bermanfaat untuk penelitian. Saya juga sangat senang karena diberi kesempatan untuk belajar dan mencoba beberapa gerakan dasar Beksi bersama anak-anak sanggar. 

"Walaupun hanya sedikit, ilmu yang diberikan menjadi pengalaman baru yang sangat berharga bagi saya. Terima kasih atas sambutan, keramahan, dan kesediaannya berbagi ilmu serta cerita mengenai pelestarian budaya Betawi," tegasnya.

Menurut Najwa Karima Alaydrus selaku Tim Penelitian Budaya Universitas Trilogi bahwa dirinya merasa sangat bersyukur dapat berkunjung ke Sanggar  Seni Kampung Silat Petukangan. Selain mendapatkan banyak wawasan melalui proses wawancara, kami juga diajak mengenal sejarah dan nilai-nilai yang dijaga oleh sanggar. Termasuk mengunjungi makam leluhur pendiri Beksi Petukangan. Pengalaman tersebut membuat saya semakin memahami bahwa pencak silat bukan hanya sebuah bela diri, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu terus dilestarikan. 

"Semoga Sanggar Seni Kampung Silat Petukangan semakin maju dan terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya Indonesia," pungkasnya.

 (ziz/ksp)
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama