Kukar ,Anekafakta.com– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah RT 04, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi tantangan serius bagi tim gabungan. Api yang awalnya membakar sekitar 2 hektare pada Senin (7/9/2026) malam, meluas hingga total sekitar 15 hektare pada Selasa (8/9/2026).
Titik api bahkan terlihat dari ruas Tol Balikpapan–Samarinda Km 31+400 B, sehingga penanganan dilakukan secara intensif untuk mencegah api semakin meluas.
Pada Senin malam, personel gabungan dari Otorita IKN, Polsek Samboja, Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Manggala Agni, Gakkum Hutwil Kaltim, Jasa Marga Tol Balikpapan–Samarinda serta MPA Sungai Merdeka bergerak menuju lokasi.
Namun, medan bukan perkara mudah. Dari badan jalan tol menuju titik api, petugas harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer sambil membawa mesin pompa Mark3 dan peralatan pemadaman. Selang sebanyak delapan unit dengan total panjang sekitar 240 meter juga harus disambungkan dari sumber air di sungai.
Kondisi semakin berat karena kebakaran terjadi pada malam hari di kawasan berupa rumput rawa kering dan semak gambut. Jarak pandang terbatas sehingga petugas harus mengandalkan penerangan senter saat bergerak di medan.
Hingga sekitar pukul 02.00 WITA, api belum sepenuhnya padam. Persediaan BBM mesin pompa Mark3 habis, sementara akses menuju lokasi sulit dan personel telah mengalami kelelahan. Upaya pemadaman akhirnya dihentikan sementara dengan tetap memperhatikan kondisi titik api.
Pada Selasa (8/9/2026), api kembali merembet hingga wilayah RT 16 Kelurahan Sungai Merdeka. Akses menuju titik api kemudian dilakukan melalui jalan masuk Panti Asuhan Hidayatul Hayat.
Penanganan diperkuat dengan melibatkan Otorita IKN, Polsek Samboja, Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Kikav Km 28, Manggala Agni, Damkar Samboja, Gakkum Hutwil Kaltim, Jasa Marga Tol Balikpapan–Samarinda, MPA Sungai Merdeka, PT Lembuswana dan PT KMB.
Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga diperkuat melalui 20 kali bomber water. Tim harus menghadapi asap tebal, minimnya sumber air di sekitar lokasi serta cuaca panas yang membuat vegetasi kering mudah terbakar dan api cepat merambat.
Di tengah kondisi tersebut, personel Polsek Samboja turut melakukan pengamanan, pemantauan perkembangan api, koordinasi dengan unsur terkait serta memastikan upaya pemadaman berjalan hingga titik api dapat dikendalikan.
Setelah berjuang sepanjang hari, tim yang bertahan hingga malam kembali melakukan pemadaman dari titik kumpul di Panti Asuhan Hidayatul Hayya, Kelurahan Sungai Merdeka. Unsur yang bertahan antara lain Otorita IKN, Polsek Samboja, Damkar Samboja, PMI Samboja, Yayasan Jejak Pulang dan MPA Sungai Merdeka.
Hasilnya, sekitar pukul 23.00 WITA, api berhasil dipadamkan. Tim selanjutnya memastikan kondisi lokasi aman dan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan kecepatan respons dan pencegahan agar api tidak semakin meluas.
“Personel terus melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan. Kondisi medan, jarak sumber air dan cuaca menjadi tantangan, namun penanganan tetap dilakukan bersama unsur terkait sampai api berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, pihak terkait masih melakukan penyelidikan. Indikasi awal mengarah pada faktor cuaca panas dan kondisi vegetasi yang sangat kering, namun penyebab pasti belum dapat disimpulkan.
Polsek Samboja juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta tidak membuang benda yang berpotensi menjadi sumber api, termasuk puntung rokok maupun sisa material pembakaran.
Sebagai langkah lanjutan, pengecekan kembali akan dilakukan pada Rabu (9/9/2026). Apabila ditemukan bara atau titik api baru, penanganan akan segera dikoordinasikan dengan unsur terkait.
Red
Posting Komentar