Dari Teater Hingga Wayang Babad: Warisan Kartasura Tetap Hidup di Tangan Generasi Muda


KARTASURA, Anekafakta.com,-Rangkaian peringatan Ambal Warsa ke-346 Kartasura memasuki hari kelima dengan suasana yang sarat makna dan penuh kebanggaan budaya. Panggung utama di kawasan Petilasan Karaton Kartasura malam ini dipusatkan pada pertunjukan teater bertema Jebole Beteng Kartasura, sebuah karya yang mengangkat kisah bersejarah sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu menjaga, merawat, serta menguri-uri Cagar Budaya Petilasan Karaton Kartasura sebagai warisan luhur yang tak ternilai harganya.
 
Kartasura sejak lama dikenal sebagai tanah yang subur melahirkan para seniman, para dalang, dan para pelestari budaya yang berdedikasi tinggi. Di antara tokoh-tokoh yang senantiasa berdiri di garda terdepan adalah KRA Dr. H. Djuyamto Rekso Adiningrat, SH., MH., seorang tokoh pemerhati budaya asli Kartasura yang telah lama dikenal memberikan dukungan penuh, perhatian, serta dorongan kepada para seniman di daerahnya. Dukungan yang beliau berikan tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan — mulai dari pemenuhan kebutuhan sarana gamelan, pembinaan para pemain, hingga penggalakan karya-karya yang mengangkat jati diri Kartasura.
 
Salah satu buah perhatian beliau yang paling menonjol adalah lahir dan berkembangnya Wayang Babad Kartasura, sebuah bentuk pewayangan yang memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dengan pewayangan pada umumnya. Dalam pertunjukan ini, tokoh-tokoh yang dikisahkan bukanlah tokoh yang bersifat umum, melainkan para pejuang, para pemimpin, dan para tokoh yang pernah hidup dan berjuang di tanah Kartasura pada masa lampau — kisah yang menjadi cermin kejayaan sekaligus perjuangan daerah ini sebelum berpindahnya pusat kekuasaan ke Yogyakarta dan Surakarta.
 
Berkat keseriusan, keteladanan, serta dukungan yang konsisten dari KRA Dr. H. Djuyamto Rekso Adiningrat, kini tumbuh dan berkembang generasi baru pelestari budaya di Kartasura: banyak dalang cilik yang mulai berani tampil, banyak dalang muda yang semakin matang karyanya, serta barisan pemain karawitan yang sepenuhnya berasal dari warga setempat. Hal ini membuktikan bahwa benih-benih kebudayaan Kartasura tetap hidup dan terus tumbuh di tanah kelahirannya sendiri.
 
Dalam kesempatan yang penuh kehangatan ini, KRRA H. Kuncoro Adiningrat, pemerhati budaya dari Karaton Surakarta, turut hadir dan menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih yang tulus atas segala peran dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh KRA Dr. H. Djuyamto Rekso Adiningrat. Beliau menegaskan bahwa segala dukungan yang telah diberikan tersebut sangat bermanfaat dan memberikan dampak yang nyata, terutama dalam menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, serta bakat para seniman muda di tanah Kartasura. Dengan adanya kesinambungan antar generasi ini, warisan budaya Kartasura tidak sekadar diingat, melainkan tetap hidup, dinamis, dan akan terus diteruskan kepada generasi-generasi mendatang.
 
Rangkaian kegiatan Ambal Warsa ke-346 Kartasura akan terus berlanjut hingga puncak perayaan berupa Kirab Budaya yang dijadwalkan akan digelar pada tanggal 11 Oktober 2026 mendatang. Seluruh warga diundang untuk turut menjaga kebersamaan dan turut serta memeriahkan sisa rangkaian perayaan ini.

Yus
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama