Pengalaman Mengikuti Lomba Bulan Bahasa Tingkat SMP Tahun 2026

Catatan Budaya Siswa SMP Putra Satria 

Oleh : Muhammad Asril Ilham



Pada Kamis,Anekafakta.com-, aku dan teman-teman pergi ke SMK Trimulia untuk mengikuti lomba berbalas pantun. Ada juga dua temanku (Chika dan Zuzu) yang mengikuti lomba Cosplay and Sing dan satu temanku (Saskia) mengikuti lomba Storytelling.

Sesampainya di lokasi, kami langsung registrasi. Setelah itu, kami dikasih roti dan sebotol air mineral. Setelah itu kami pergi ke satu ruangan sambil menunggu giliran tampil. Selama menunggu, aku dan temanku membaca dan menghafal pantun supaya tidak lupa saat tampil nanti.

Beberapa lama kemudian, akhirnya tiba giliran kami untuk naik panggung. Awalnya aku agak grogi, tapi terus berusaha enjoy supaya tidak terlalu gugup. Kami memulai penampilan dengan salam dan perkenalan. Saat mulai berbalas pantun, aku sempat bingung karena ada beberapa pantun lawan yang terdengar kurang jelas. Akhirnya, aku dan temanku berimprovisasi supaya penampilan tetap berjalan lancar.

Setelah itu, giliran kami yang memberikan pertanyaan kepada lawan. Aku mencoba memberikan pertanyaan yang bikin mereka bingung sampai kesulitan menjawab. Ternyata, cara itu cukup berhasil. Saat mereka kesulitan menjawab dan suasana panggung mulai hening, aku dan temanku berusaha mengisi kekosongan itu dengan improvisasi. Untungnya, kami berhasil menang melawan SMP Muhammadiyah.

Setelah menang di ronde pertama, kami lanjut ke ronde kedua melawan SMP Al Ikhlas. Kali ini, aku berusaha lebih percaya diri dan tidak terlalu gugup seperti sebelumnya. Kami saling membantu mencari ide dan mencoba menjawab pantun lawan dengan baik. Walaupun jawaban kami banyak yang salah karena pantun mereka tidak terdengar jelas, kami tetap berusaha menutupi kesalahan itu dengan improvisasi.

Ternyata, lawan kami juga kesulitan menjawab pertanyaan yang kami berikan. Waktu itu, kami bertanya tentang Topeng Blantek dan Patung Pancoran. Ternyata, mereka tidak tahu apa itu Topeng Blantek dan Patung Pancoran. Pertandingan pun terasa cukup menegangkan, tetapi akhirnya kami berhasil menang lagi melawan SMP Al Ikhlas.

Selanjutnya, tibalah waktu pengumuman pemenang sekaligus pembagian hadiah yang sangat ditunggu-tunggu dan sangat menegangkan. Sayangnya, ketiga temanku gagal menjadi juara dan untungnya saat pengumuman pemenang lomba berbalas pantun, perwakilan peserta sekolah SMP Putra Satria meraih juara 1. Disitulah suasana yang sedih dengan sekejap berubah menjadi riang gembira.

Dibalik kemenangan itu, ada proses yang tak mudah untuk dijalani. Kami berusaha semaksimal mungkin supaya bisa menang, walaupun waktu latihan cuma satu hari. Aku percaya kalau aku dan temanku bisa memberikan yang terbaik. Aku senang sekaligus bangga karena berhasil memenangkan dua ronde bersama temanku. Buatku, lomba ini bukan cuma soal menang atau kalah. Akan tetapi, kita juga belajar tentang keberanian tampil di depan banyak orang, kekompakan dan kemampuan untuk tetap tenang saat menghadapi situasi yang tidak terduga.

Azis
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama