Sambut Hari Santri, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Luncurkan Majalah Warta Manafi



SAMBI, BOYOLALI, Anekafakta.com– Menyambut Hari Santri Nasional 2026, Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi meluncurkan majalah perdana Warta Manafi, Selasa (20/10/2026). Peluncuran majalah ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pesantren untuk memperkuat budaya literasi, mengembangkan kreativitas santri, sekaligus memperluas dakwah Islam melalui tulisan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara menyambut Hari Santri di halaman PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi. Bertindak sebagai pembina upacara, Sriyono, S.Pd., M.Pd., Ketua PRM Canden, menyampaikan ucapan selamat Hari Santri sekaligus pesan penting tentang kedisiplinan.

“Santri saat ini harus disiplin dalam segala hal, terlebih disiplin dalam beribadah. Kedisiplinan menjadi modal penting bagi santri untuk membentuk karakter, meningkatkan kualitas diri, dan mempersiapkan masa depan,” pesannya.

Sriyono juga memberikan apresiasi atas lahirnya majalah Warta Manafi. Menurutnya, penerbitan majalah merupakan terobosan yang bagus dan patut didukung sebagai sarana pengembangan literasi serta kreativitas di lingkungan pesantren.

“Ini merupakan terobosan yang bagus. Semoga majalah ini terus berkembang dan menjadi media yang bermanfaat bagi pesantren,” ungkapnya.

Peluncuran Majalah: Merawat Ilmu, Menebar Inspirasi

Usai upacara, acara dilanjutkan dengan peluncuran majalah Warta Manafi yang dipimpin langsung oleh Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Pujiono. Prosesi tersebut didampingi oleh Wakil Mudir Ustaz Suradi, Kepala SMP Muhammadiyah 14 Sambi Ahmad Yasin, Kepala SMA Muhammadiyah PK Sambi Ari Rosmawati, S.Pd., Kepala SD Muhammadiyah PK Sambi Murni Hidayati, serta Kepala TK Aisyiyah PK Sambi Mulyati, S.Pd.

Dalam sambutannya, Pujiono menyampaikan bahwa kehadiran Warta Manafi bukan sekadar menambah media publikasi pesantren, melainkan menjadi ikhtiar untuk mengabadikan perjalanan lembaga, menyebarkan inspirasi, dan memperkuat dakwah melalui tulisan.

“Dengan mengharap rida Allah Swt., semoga setiap huruf menjadi ilmu, setiap kalimat menjadi inspirasi, dan setiap lembar menjadi sejarah dalam mencerdaskan bangsa serta meneguhkan dakwah Islam,” tuturnya.

Ia kemudian secara resmi meluncurkan majalah Warta Manafi pada Selasa, 20 Oktober 2026, seraya berharap penerbitan perdana tersebut menjadi awal dari perjalanan literasi yang membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar pesantren.

“Semoga Warta Manafi menjadi media yang mencerahkan, merekam jejak perjuangan, menginspirasi generasi, dan menebarkan nilai-nilai Islam. Semoga Allah memberikan keberkahan atas ikhtiar ini,” tambahnya.

Peluncuran ini sekaligus menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuhnya tradisi berpikir, berkarya, menulis, dan menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Santri Berkarya, Pesantren Berdakwah

Semarak peringatan Hari Santri di PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi tidak berhenti pada upacara dan peluncuran majalah. Kegiatan dilanjutkan dengan acara mendongeng yang disampaikan oleh Ustaz Anas Mujahidin dari Klaten.

Melalui kegiatan mendongeng, santri diajak belajar nilai-nilai kehidupan dengan cara yang menyenangkan, komunikatif, dan penuh pesan moral.

Setelah salat Zuhur, agenda dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan sampah bersama Persada sebagai bentuk edukasi kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran santri bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Sementara itu, pada sore hari, suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan santai bakar jagung yang diikuti keluarga besar pesantren.

Rangkaian kegiatan tersebut menggambarkan semangat Hari Santri yang tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui penguatan ibadah, pengembangan literasi, pembentukan karakter, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan.

Dengan hadirnya Warta Manafi, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi berharap tradisi menulis dan mendokumentasikan perjuangan terus tumbuh di kalangan santri dan seluruh warga pesantren.

Dari pesantren, lahir ilmu. Dari tulisan, tumbuh inspirasi. Dari perjuangan santri, terukir sejarah untuk negeri.

nug
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama