Silatara Games Edukasi Kampung Budaya Pencak Silat Beksi 


Jakarta, Anekafakta.com-Silatara adalah sebuah permainan digital (game) edukasi yang dirancang untuk merepresentasikan sejarah, filosofi, fungsi, nilai budaya, serta jurus dari Silat Beksi. Game ini dikembangkan sebagai media inovatif untuk melestarikan (pemertahanan) seni bela diri tradisional khas Betawi tersebut di tengah gempuran era digital, khususnya bagi generasi muda.

Demikian pernyataan Dafa, Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta disela penelitian beberapa waktu lalu di Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Jalan Durian 1-2 RT. 006/004 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan.

Dijelaskannya bahwa  Game Silatara mengusung konsep petualangan (adventure) yang mewajibkan pemainnya untuk mengeksplorasi tempat. Dunia di dalam game ini dirancang dengan latar belakang suasana "Tanah Beksi zaman dulu", memberikan pengalaman imersif bagi pemain untuk merasakan sejarah awal mula berkembangnya aliran silat ini.

"Bukan sekadar permainan aksi biasa, Silatara menyisipkan unsur edukasi yang mendalam tentang tradisi Betawi, antara lain adalah mengenal visualisasi gerakan khas Beksi, seperti kombinasi pukulan, gedik, hingga permainan sikut. Kemudian penyampaian makna di balik nama Beksi yang berarti "Berbaktilah Kepada Seruan Ilahi", serta mengajarkan nilai rohani dan akhlak sebelum kekuatan fisik," jelasnya.

Ditegaskannya bahwa selain itu, ada pula pengenalan akar akulturasi budaya (antara Betawi dan Tionghoa melalui tokoh Li Tjeng Hok) serta lima tokoh legendaris pembawa Beksi ke Petukangan seperti Haji Godjalih. Kehadiran game edukasi ini menjadi angin segar bagi Kampung Budaya Pencak Silat Beksi di Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Kawasan yang telah diakui sebagai Desa Wisata oleh Kemenparekraf ini terus bertransformasi. 

"Selain mempertahankan latihan fisik gratis bagi masyarakat dan mengadakan festival berkala, pendekatan digital seperti game Silatara ini membantu Yayasan Kampung Silat Petukangan dalam merangkul generasi milenial dan Gen Z agar tetap bangga terhadap identitas budaya lokal," tegasnya.
Aziz

)
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama