KODIM 0504 JAKSEL TERUS GENCAR MENGEMBANGKAN SILAT TRADISI
Jakarta,ANEKAFAKTA.COM
Pencak silat sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia semakin kuat menampilkan jati dirinya. Berbagai kegiatan, festival serta ajang perlombaan diadakan demi menguatkan eksistensi pencak silat dan menciptakan generasi yang bermartabat seperti yang terlihat pada Festival Bela Diri Tradisional Pencak Silat, Senin, 8 Juni 2020 di Kodim Jakarta Selatan, Jalan Cendrawasih Raya No.3, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Festival tersebut diadakan dalam rangka Komunikasi Sosial Kreatif Semester 1 TA 2020 Kodim 0504/Jakarta Selatan," ungkap Pak Jajang selaku Babinsa disela kegiatan tersebut.
Dijelaskannya bahwa tujuan kegiatan tersebut dilakukan guna membentuk sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan adaptif.
"Artinya manusia yang unggul, ketika dirinya berada dimana saja ia bisa diandalkan dan cepat beradaptasi sehingga memiliki pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya," jelasnya.
Peserta yang mengikuti festival ini datang dari berbagai perguruan dan wilayah yang tersebar se-Jakarta Selatan. Seperti Perguruan Silat Cimande, Setia Hati Terate, Cingkrik, serta yang lainnya. Adapun Beksi dari Yayasan Kampung Silat Petukangan cukup spesial karena sesepuh dan dewan gurunya turut hadir, yaitu Baba Nafis "sang jenderal Beksi" dan Baba M Soleh selaku anak kandung Kong H. Hasbullah.
Dalam festival ini ada beberapa kategori perlombaan diantaranya, perorangan, berpasangan dan beregu. Selanjutnya penilaian dilakukan oleh tiga orang dewan juri yang ditangani langsung oleh cabang IPSI Jakarta Selatan.
Adapun juara yang disediakan hanya satu, dua dan tiga. Juara Satu diraih oleh Perguruan Mekar Budi Pekerti dari Cilandak.
Dikesempatan yang sama Wiwin sebagai ketua dewan juri menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan di semua kodim yang nantinya sang juara akan bertahap ke tingkat selanjutnya.
"Dan ciri khas dalam festival adalah teknik asli perguruan yang ditampilkan, dewan juri tinggal menilai aspek pendukungnya seperti seragam, kekompakan dalam gerakan dan lain sebagainya," tegasnya.
Baba Nafis "sang jenderal Beksi" menembahkan bahwa kegiatan ini mengingatkan pada masa lalunya sebagai seorang pesilat yang selalu ikut dalam perlombaan.
(M. Rido)
"Jadikan pengalaman disini sebagai cambuk untuk terus maju dan memperbaiki agar lebih baik lagi," harapnya.
Red/anekafakta.com

إرسال تعليق