Ketika Pejuang Bicara, Negara Wajib Mendengar



Jakarta,Anekafakta.com-Isu veteran mencuat sebagai pembahasan paling "seksi" dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Kamis (15/01). Bukan tanpa alasan, kehadiran pimpinan Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI) di Gedung DPR RI membawa langsung suara para veteran dari berbagai daerah di tanah air, menyentuh jantung tanggung jawab negara.

Dalam forum tersebut, veteran tak lagi diposisikan sebagai simbol sejarah, melainkan sebagai subjek kebijakan yang menuntut kepastian hukum, perlindungan hak, dan kesejahteraan yang berkeadilan.

Pembahasan menjadi menarik dan sensitif karena menyangkut komitmen negara: sejauh mana pengorbanan di masa lalu dihargai dalam kebijakan hari ini.
Isu veteran dinilai "seksi" karena menyentuh irisan antara moral negara, politik legislasi, dan keadilan sosial. Ketika pimpinan DPP LVRI berbicara di Baleg, yang diuji bukan hanya pasal dan ayat, tetapi juga nurani pembuat undang-undang.

RDP ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan veteran belum benar-benar selesai. Medan laga boleh berganti ruang rapat, namun substansinya tetap sama: memperjuangkan hak, martabat, dan penghargaan yang layak bagi mereka yang lebih dulu menyerahkan hidupnya untuk republik.

(Dad/red)

Post a Comment

أحدث أقدم