Kapolres Kukar Gelar Prescon Ungkap Kasus Pencurian Minyak Mentah

Kapolres Kukar Gelar Prescon Ungkap Kasus Pencurian Minyak Mentah


TENGGARONG,ANEKAFAKTA.COM 

Bertempat di halaman belakang mako Polres Kutai Kartanegara (Kukar), telah dilaksanakan Press Conference oleh Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho terkait pengungkapan kasus pencurian minyak mentah atau Illegal Tapping. pada Senin (09/12) siang.

Dalam Press Conference tersebut Kapolres Kukar didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Andika Darmasena, KBO Reskrim IPTU Anton Masruri, dan Kanit Opnal IPDA I Made Satria.

"Pasca kebakaran di Sanga-Sanga Oktober silam. Polres Kukar bekuk komplotan pencuri minyak mentah," jelas Kapolres.

Polres Kukar membekuk komplotan pencurian minyak mentah melalui pipa Pertamina EP di Sanga-Sanga.

Ketiga komplotan bernama Adi Kutung, Juheri dan Markuat alias Fuad ini dibekuk oleh Polres Kutai Kartanegara.

Ketiga komplotan yang masih punya hubungan darah ini mengaku menjalani bisnis pencurian minyak mentah di pipa minyak Pertamina EP Sanga-Sanga sejak pertengahan tahun yang lalu.

Aksi mereka akhirnya terendus oleh polisi setelah adanya peristiwa kebakaran yang terjadi di dekat pipa minyak tersebut.

Dari penulusuran tersebut akhirnya polisi menemukan fakta jika kebakaran terjadi akibat kebocoran pipa minyak mentah akibat dicuri.

Lantas polisi mencari siapa yang telah mencuri minyak mentah tersebut. Ketiga nama tersebut akhirnya ditangkap oleh jajaran Polres Kukar.

Menurutnya, Adi Kutung ide mencuri tersebut karena tergiur dengan keuntungan yang didapat.

"Karena banyak yang minta saya lakukan. Cukup menguntungkan," katanya saat press conference Senin siang.

Ia pun menggunakan alat berupa klep pipa, pompa air dua unit, selang spiral dan selang hitam.

Para pelaku ini menggunakan klep tersebut untuk membuat sebuah saluran baru.

Setelah berhasil selang ditancapkan di klep tersebut. Agar minyak mengalir ia pun menggunakan pompa air untuk menyedot minyak tersebut.

Minyak masuk ke dalam truk tangki berukuran sedang. Dalam sekali sedot ia berhasil mengangkut sekitar 5000 liter minyak mentah.

"Satu liternya kita jual Rp 2 ribu," ucap Adi. Jika ditotal pendapatan yang didapat dari mencuri minyak senilai 300 juta lebih. Uang tersebut dipakai untuk biaya operasional truk dan kebutuhan pribadi.

Sementara itu Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho akan melanjutkan kasus tersebut.

Bahkan Polres Samarinda sendiri juga menemukan penampungan minyak mentah di Palaran.

"Kita telusuri lebih dalam apakah yang ada di Palaran ada kaitannya dengan yang ada di Sanga-Sanga," pungkas Kapolres Kukar.

Red

Post a Comment

أحدث أقدم