Safaruddin : Pentingnya Evaluasi Akhir Tahun Anggaran

Safaruddin : Pentingnya Evaluasi Akhir Tahun Anggaran

                                            
Gayo Lues,ANEKAFAKTA.COM

Jumat (29/05) masih dalam suasana Idul Fitri 1441 H,awak media www.anekafakta.com berkunjung ke rumah tinggal Safaruddin Telpi ketua Lembaga Swadaya Masyarkat (LSM) Forum Masyarakat Pembela Kebenaran (FMPK) Gayo Lues.
Dalam pertemuan tersebut Safaruddin banyak bercerita tentang Gayo Lues dibawah pimpinan H. Muhammad Amru selaku Bupati dan H. Said Sani sebagai wakil bupati yang sudah berjalan hamper tiga tahun. 
" Kita sangat mengapresiasi program seribu hafis yang merupakan visi dan misi bupati dan wakil bupati Gayo Lues yang sudah hampir tiga tahun berjalan", ungkap Safarudin. 
Dilain sisi Safaruddin berpendapat masih banyak program-program lain yang sangat perlu dilakukan evaluasi diberbagai sektor selama hamper tiga tahun kepemimpinan Amru. 
Sebagai contoh Safaruddin menjelaskan beberapa program Dinas Pekerjaan Umum (PU) sejak tahun 2018-2019 yang perlu dievalusi, landasan Safaruddin berpendapat demikian dikarenakan temuan-temuan lapangan dari LSM FMPK. 
Selain pada dinas PU, sangat penting juga dilakukan evalusi terhadap dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim), sehingga kinerja dari dinas Perkim semakin baik dan program-program selajutnya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kemudian,Safaruddin menyinggung tentang Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) di dinas Kesehatan tahun anggaran 2018 yang masih tersisa hingga tahun 2020 berdasarkan data  LSM FMPK. Anggaran DBHCT yang masih tersisa tersebut diduga merupakan kegagalan dinas kesehatan dalam pengelolaan keuangan. 
Selanjutnya Safaruddin menjelaskan, dana DBHCT yang masih tersisa seharusnya diperuntukan untuk rahabilitasi beberapa pos kesehatan desa (Poskesdes), pembangunan drainase di salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), penataan lahan Puskesmas, dan pengadaan mobiler untuk salah satu puskesmas pada tahun 2020. Total anggaran untuk berbagai program tersebut yang manggunakan dana Silpa DBHCT tahun anggaran  2018 sebesar Rp 1.123.087.533. Tetapi beredar kabar burung dana Silpa DBHCT tersebut  dialihkan untuk penaggulangan dan penanganan Covid-19. 
Diakhir perbincangan Safaruddin menyampaikan tentang pembebasan lahan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Daerah (UPTD)Kecamatan Terangun tahun 2018 yang menjadi program Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) sangat penting untuk dikaji ulang. 
Pada saat awak media www.anekafakta.com berpamitan Safarudin menyampaikan untuk pembicaraan lebih mendalam tantang kegagalan dan keberhasilan program dinas-dinas dibawah kepemimpinan Ambru akan dibicarakan dilain waktu.


Ket Foto:
                                          Safaruddin Telpi Katua LSM FMPK Gayo Lues

Post a Comment

أحدث أقدم