PPDB SMAN 12 Perlu Mendapat Pengawasan Ketat KCD Dikbud Provinsi
Tangerang,ANEKAFAKTA.COM
Masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB) minggu ini memasuki tahap daftar ulang, gelombang pendaftar susulan masih saja terlihat ramai di SMAN 12, Larangan Utara Kota Tangerang. Tinggi nya animo masyarakat pada pesona sekolah negeri tak terbendung, rasa ketidak puasan orang tua murid pada PPDB sistem online membawa polemik berkepanjangan.
Kemudian tekanan ekonomi di era covid 19 membuat sebagian orang tua tetap memilih sekolah negeri ketimbang swasta untuk anak - anak nya.
Kekecewaan sebagian orang tua murid pada PPDB sistem online membuat mereka meradang dan melakukan aksi protes untuk konfirmasi dan klarifikasi.
Namun sayang permasalahan orang tua siswa kurang diapresiasi oleh Kepala Sekolah, Panitia PPDB dan Pengawas Sekolah dimaksud.
Josse, salah satu wali murid mengatakan," saya kecewa sudah tiga kali datang ke SMAN 12 Tangerang (7/8/9 - Juli - 2020) kemaren urusan saya tidak kelar.
Pelayanan PPDB disini tidak memuaskan terkesan kami dipersulit, dibola dan diulur - ulur waktu oleh oknum Tata Usaha dan Oknum Panitia PPDB 2020", ungkap nya.
"Oknum Tata Usaha maupun oknum Panitia PPDB diduga menjadi bemper Kepala Sekolah dimasa genting seperti sekarang. Saya tidak terima dengan sikap oknum - oknum PPDB yang culas/licik. Pejabat KCD DIKBUD dan DINDIKBUD Provinsi Banten harus tau hal ini " kata nya.
Lebih lanjut Josse mengatakan ", oknum Tata Usaha (TU) bernama Nanang meminta saya kontak nope ketua panitia PPDB bernama Budi (Guru Biologi) sebelum bertemu Kepsek.
Bahkan dikatakan Nanang bahwa Kepsek telah mendisposisikan ke Budi. Namun hingga hari ketiga Budi tidak pernah menjawab saat dihubungi via WA.
Seperti itukah Kepsek memilih staf untuk menghandle keluhan orang tua murid ?! Rasa dilecehkan pada akhir nya permasalahan ini saya laporkan kemarin (9/7/2020) ke Pengawas Sekolah Wilayah Kota Tangerang yang berkantor di SMKN 2 Tangkot", beber Josse.
Drs. Kurniadi, SH, M.Pd, salah satu Pengawas SMK yang kebetulan sedang piket di kantor Pengawas KCD DINDIKBUD Tangerang mengatakan," Pengawasan SMAN 12 dibawah Pengawas bernama H. Tata. Hari ini beliau sedang rapat di DINDIKBUD Provinsi kemungkinan tidak balik kesini. Saya sudah coba kontak H. Tata tapi beliau tidak balas" kata Kurniadi. "Akan saya sampaikan segera laporan lisan dan tertulis bapak/ibu ke Pengawas H.Tata maupun Kepala KCD DIKBUD Provinsi Heryanto S.Pd, M.Si sebagai Pimpinan. Kebetulan Pimpinan Kami sedang sibuk sudah lama tidak kesini", pungkas
Kurnadi.
Tiar,salah seorang rekan Media online Biro Banten pada kesempatan yang sama ikut berkomentar," saya baru kali ini ke SMAN 12, saya pun merasa dipersulit untuk melakukan tugas liputan.
Sikap Kepala Sekolah dan Panitia PPDB di musim tahun ajaran baru harus dirubah, tupoksi Kepala Sekolah sebagai Manager dinilai nya kurang bagus.
Jangan mempersulit jika urusan seputar anak sekolah, saya ingin Pengawas bersama Kepala KCD DIKBUD Provinsi turun bareng ke sekolah.
Obyektifitas PPDB pada kenyataan masih diragukan, oknum sekolah/panitia PPDB terlalu mencolok bermain terlalu kasar saat meng kondisikan moment, sudah gegabah pada tupoksi profesi terhormat nya," demikian ungkap Tiar menutup percakapan.
(MERCY/Red)
KET. FOTO : SURAT LAPORAN ORTU KE KCD DIKBUD (Kiri) , GEDUNG SMAN 12 TANGERANG TAMPAK DARI DEPAN (Kanan)

إرسال تعليق