AKAN ADA LAGI, KOMBES “PECAH BINTANG” JADI JENDERAL

AKAN ADA LAGI, KOMBES "PECAH BINTANG" JADI JENDERAL 


Diperkirakan masih akan ada lagi sejumlah komisaris besar (Kombes) polisi "pecah bintang" menjadi jenderal jelang pergantian Kapolri, mengingat mereka memang sudah layak menjadi jenderal. Kapolri Idham Azis akan memasuki usia pensiun 30 Januari 2021.


Pengamat Kepolisian dari Pusat Studi Komunikasi Kepolisian (PUSKUMPOL), Suryadi, M.Si, Sabtu (5/12/20) di Jakarta mengatakan, mereka itu terutama yang sudah tiga tahun lebih lulus dari pendidikan setingkat Sekolah Staf Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri.
 

"Mereka itu bisa saja sudah tiga tahun lebih lulus dari Sespimti atau yang sederajat seperti Lemhanas dan Sesko TNI. Mereka kini masih bertugas di lingkungan Polri atau di luar. Jumlahnya bukan satu dua orang," kata Ketua Dewan Pembina PUSKOMPOL itu.


Sejauh mereka itu sudah memenuhi persyaratan dan regulasi termasuk yang menyangkut catatan moral dan "attitude" sebagai seorang perwira, kata Suryadi, pastilah tak kan terlewatkan dari perhatian mekanisme organissi Polri dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Apalagi, kalau teman seangkatannya.


"Jika tidak diselesaikan, bisa mengundang tafsir macam-macam. Misalnya, bermasalah pada mekanisme promosi atau memang ada catatan tertentu. Tapi, kalau sampai terjadi karena terlewatkan atau hal lain yang merugikan yang bersangkutan, kan kasihan, mereka sudah memenuhi syarat dan bertugas sebaik-baiknya," kata Suryadi.

  
Idham Azis menjadi Kapolri sejak 1 November 2019. Ia akan memasuki usia pensiun 30 januari 2021.  Selama lebih setahun ini, dia sudah berkali-kali mengeluarkan Surat Telegram (STR) mutasi personel Polri, baik untuk jabatan yang dipegang oleh perwira menengah (Pamen) atau perwira tinggi (Pati).

 
Di antara mustasi-mutasi itu terdapat mereka yang  promosi jabatan diikuti kenaikan pangkat dalam ruang kepangkatan (RK) Pamen, Pamen ke Pati, atau dalam RK Pati.


Sebagai realisasi dari mutasi dan promosi itu, contohnya, Kapolri Idham Azis menerima laporan dalam tradisi "laporan korp" kenaikan pangkat 46 Jenderal, Jumat (4/12/20) di Mabes Polri, Jakarta. Dari jumlah itu 16 orang naik brigadir jenderal (brigjen) menjadi inspektur jenderal (irjen), selain 46 orang dari kombes menjadi brigjen.

 
Sebelumnya, sesuai STR/703/X/KEP/2020 tanggal 19 Oktober, ia  juga menaikkan 25 orang personel dalam RK Pati dan Pamen ke Pati. Ke-25 orang itu, lima di antaranya dari Brigjen ke Irjen, dan dari Kombes menjadi Brigjen.

"Itu hanya beberapa catatan saja. Akan tetapi, dari mereka yag mendapatkan promosi itu, ternyata masih banyak yang tertinggal di pangkat Kombes. Informasi valid menyebutkan di antara mereka itu, sebenarnya sudah sangat layak menjadi Pati," kata Suryadi.


Ia mengingatkan, layak itu bukan cuma sudah lolos dari persyaratan formil yang bersifat basis. Jadi,  lanjut Suryadi, kepada mereka layak diberikan informasi sesungguhnya mengapa mereka belum mendapat promosi.

 
Sebab, lanjutnya, di institusi Polri yang masih memegang teguh "komando segaris" adalah tidak bisa berharap banyak seperti di lingkungan pegawai negeri sipil umumnya. Di lingkungan PNS, bukan rahasia lagi, ada PNS yang mengurus sendiri kenaikan pangkat atau bahkan mempertanyakan kemandegan golongan kepangkatannya.


Sebagai catatan, ketika serah-terima jabatan dari Jenderal Pol. (Purn.) Prof. M. Tito Karnavian, Ph.D di Markas Briomob Kelapa Dua, 6 November 2019, Idham mendapat "PR" khusus dari seniornya itu. Menurut, Tito ia sudah cukup dibikin pusing oleh ledakan jumlah personel berpangkat Kombes.

 
Saat itu mereka yang berpangkat Kombes mencapai 1.500 orang. "Saya tidak tahu ada senior atau tidak (di antara para Kombes itu, red).  Ini membuat saya cukup pusing sampai hari ini, dan saya serahkan pusing saya ke Pak Idham," ujar Tito yang kini Mendagri.


Idham sendiri dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, Rabu (30/9/20) mengemukakan, Polri surplus 288 Pamen dan 213 Pati dari jenderal bintang satu sampai empat. Jumlah Pati dan Pamen yang meluap itu, jelasnya, tidak seimbang dengan kebutuhan personel di Korps Bhayangkara di tingkat Tamtama hingga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Polri saat ini memiliki anggota sekitar 500 ribu personel pada berbagai jenjang kepangkatan, mulai dari tamtama hingga Pati. Mereka tersebar mulai dari Mabes Polri, Mapolda, Mapolres, Mapolsek dan di lini terdepan sebagai Bhabinkamtibmas. Mereka yang terendah lulusan Pusdik Brimob, Sekolah Polisi Negara (SPN, bintara), Sekolah Perwira Sumber Sarjana (SPSS), dan Akpol.

Post a Comment

أحدث أقدم