BE SI KUMPI DJIDAN KAMPUNG DADAP, KOSAMBI, TANGERANG-BANTEN

BE SI KUMPI DJIDAN KAMPUNG DADAP, KOSAMBI, TANGERANG-BANTEN


Nama lengkap Kumpi Djidan menurut orang tua kita dulu adalah Syeikh Djidan al Athos Ashari bin Sidik al Athos dan beliau "sang pengelana" berdarah Arab dari "kesultanan" Cirebon.

Demikian pernyataan Turmudzi (60 tahun) salah satu cicit Kumpi Zidan beberapa waktu lalu disela Tapak Tilas Makam alm Kumpi Djidan di Gang Dukun Dadap, Kosambi, Tangerang-Banten.

Dijelaskannya bahwa beliau konon mempunyai empat orang istri dan menurut almarhumah Nyai Ra'amah salah satu mantu alm Kumpi Djidan yang dikenal dengan sebutan Mak Dukun,"Tiga orang istri beliau tidak diketahui dan istri terakhir beliau itu asli orang Dadap," jelasnya.

Ditegasnya bahwa Nyai Ra'amah dikenal dengan sebutan Mak Dukun karena dulu beliaulah yang sering ngurusin orang-orang Cina beranak di Kampung Dadap ini.

"Dengan demikian kediaman beliau pun kini dikenal sebagai Gang Dukun yang juga terdapat makam alm Kumpi Djidan beserta keluarga besar," tegasnya penuh rasa takzim.

Menurutnya bahwa Kumpi Djidan semasa hidupnya dikenal sebagai ulama dan sekaligus pendekar silat serta pejuang kemerdekaan di Kampung Dadap. Beliau pun menurut penuturan orang tua dulu termasuk guru silat dari Lie Tjeng Ok, Ki Murhali, H. Godjalih dan pendekar-pendekar silat lainnya.

"Mereka menjadikan kampung Dadap sebagai benteng perlawanan "terakhir" mengusir penjajah," pungkasnya.

Disamping itu, Kumpi Djidan sempat mendapatkan susunan gerakan jurus dari istri beliau Mak Sani yang "konon" sempat belajar secara tidak langsung dengan "kera putih/hanoman" setiap kali mencuci dipinggir kali hutan Kampung Dadap.

"Seiring perkembangan jaman, susunan gerakan jurus tersebut dikenal dengan sebutan "Be Si" yang berarti Be = Bekep dan Si = Sigep dalam bingkai makna silaturahmi," imbuhnya.

Aziz/Red

(Kampung Budaya Beksi Petukangan)

3 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama