Ditpolairud Polda Banten Ungkap
Penangkapan Terhadap Pelaku Yang Diduga Tindak Pidana Perikanan(Baby Lobster)Tanpa Ijin Usaha
Merak,ANEKAFAKTA.COM
Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Rustam Mansyur S.I.K., melalui Wadirpolairud Polda Banten AKBP Abdul Majid SH.,Rabu, 20 Januari 2021 sekira 23.00 Wib
Jl. Raya Binuangeun Lebak - Banten
2 Orang Tersangka/Pelaku :
Berinial MS
tempat /tanggal Lahir :Pandeglang, 27 September 1994, Agama : Islam, Pekerjaan : Tani, Alamat : Kp. Hunibera Rt. 03 Rw. 03 Desa Cikiruh Wetan Kec. Cikeusik Kab. Pandeglang Prov. Banten.
CR. tempat / tanggal lahir : Pandeglang, 14 Agustus 2000, Agama : Islam, pekerjaan : buruh pabrik, alamat Kp. Sukawaris RT. 02 Rw. 01 Desa Sukawaris Kec. Cikeusik Kab. Pandeglang Prov. Banten.
Saksi -Saksi :
Bripka Arif Wahyudi dan Bripka Agus Firman.
Barang Bukti :
Kurang lebih 24 ribu ekor benih lobster dan
1unit sepeda motor Honda Scopy No. Pol A 6304 CU
Kronologis : Berawal dari anggota subdit gakkum mendapatkan informasi dari masyarakat Binuangeun Lebak Banten sering terjadi transaksi pengiriman baby lobster (benur) dari daerah Banten ke daerah pelabuhan Ratu Jawa Barat tanpa ijin usaha.
Atas informasi tersebut selanjutnya anggota melaksanakan penyelidikan di daerah Binuangen lebak Banten, pada hari Rabu tanggal 20 Januari 2021 sekira jam 23.00 Wib.
Wadir Polairud Akbp Abdul Majid SH.,jelaskan anggota subdit gakkum yang di pimpin Panit 1 Subdit Gakkum Ipda Supriyadi S.H telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana perikanan (baby lobster) tanpa ijin usaha di jalan raya Binuangeun Lebak Banten, selanjutnya pelaku dan barang bukti berupa baby lobster diamankan dan dibawa ke Mako Dit Polairud Polda Banten guna pemeriksaan lebih lanjut.
Para Tersangka akan dikenakan Pasal : 92 UURI No. 45 tahun 2009 atas perubahan UURI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan,"jelasnya.
Pelaksana
Ipda Supriadi, S.H.
Bripka Walimudin.
Bripka Rokija, S.I.Kom
Bripka Arif Wahyudi.
Bripka Agus Firman.
Bripka Gunawan.
sementara yang dapat dilaporkan, selanjutnya mohon petunjuk dan arahan
DUM.
Wadir Polairud Polda Banten Akbp Abdul Majid SH.,mengatakan nilai jual per ekor baby lobster seharga 250 ribu rupiah per ekor jadi nilai kerugian negara +- 6 milyar rupiah. Artinya dengan terungkap nya kasus penyelundupan ini. Dit pol airud polda banten sudah bisa menyelamatkan uang sejumlah tersebut."Ujarnya Abdul Majid.
Red/anekafakta.com

إرسال تعليق