Minimnya Perhatian Pemerintah Pusat, Kualitas Pendidikan NTT dinilai Masih Lemah

Minimnya Perhatian Pemerintah Pusat, Kualitas Pendidikan NTT dinilai Masih Lemah


Oleh : Fathurizal Husni Muharram

Apa kabar pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditengah banyaknya polemik dan persoalan pendidikan tentu berbagai fakta yang kita bersama ketahui pernyataan yang pernah menyinggung masyarakat NTT ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berkomentar, mengenai hasil Program for International Students Assesement (PISA) menempatkan kualitas pendidikan di Indonesia pada peringkat yang rendah komentar beliau "jangan-jangan sampel dari survei ini adalah siswa-siswi asal Nusa Tenggara Timur (NTT)''. 

Pernyataan Mendikbud itu membuat resah masyarakat NTT seolah-olah kualitas pendidikan di provinsi ini rendah sehingga dianggap sebagai "biang kerok" lemahnya mutu atau kualitas pendidikan di Indonesia. 

Sebagai pemangku kepentingan sangat di sayangkan ketika seorang Mendikbud menyampaikan statemen seperti itu berangkat dari hal ini di sikapi, oleh Mahasiswa NTT Surabaya yang juga merasa ikut tanggung jawab untuk  membangun pendidikan yang ada di daerah untuk memposisikan dirinya , guna berperan aktif menjadi sebuah formula yang banyak menciptakan kontribusi untuk daerah NTT dengan melakukan diskusi mengupas pendidikan di NTT dengan mengangkat tema "APA KABAR PENDIDIKAN NUSA TENGGARA TIMUR", dan mendatangkan pemateri-pemateri handal untuk memberikan pencerahan terkait permasalahan yang dihadapi  di NTT, serta menghadirkan tokoh-tokoh terkait dan juga sesepuh NTT yang ada di Surabaya, untuk memberikan referensi dan pemahaman yang absolud.

Anak muda milenial webiner ini sangat menggembirakan untuk menjadi peserta, dan berikut pembicara dalam webiner yaitu:
 
01. Bapak Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli SH. MH,

02. Kepala dinas Pendidikan Kepemudaan Flores Timur Bapak Fransiskus Xaverius Resiona S. Sos,  

03. Kasubat. RT & Perlengkapan Sekertaris DPRD Kota Surabaya Bapak  Imanuel Plaituka 

04. Tenaga ahli DPR RI / Direktus ICS Bapak Ahmad.

Tentunya dari diskusi kita inilah, sedikit fakta pendidikan yang kita ketahui atas pemaparan ke-4 pemateri kita di provinsi NTT  tercinta ini, tentunya ada beberapa faktor yang mengakibatkan kemunduran pendidikan NTT di ambil garis besarnya yaitu masih lemahnya dukungan atau suport pemerintah dan orang tua, belum maksimalnya sarana dan prasarana, letak geografis, pergaulan bebas yang mengakibatkan kemunduran, gender dan masih banyak sebenrnya problem pendidikan yang ada di NTT disampaikan pemateri dalam diskusi tersebut.

Acara virtual Webiner ini dihadiri 250 peserta dari berbagai daerah yang ada di NTT dan juga ada di luar NTT, acara di selenggarakan  hari Minggu 22 Agustus 2021 Webiner ini mendapat respon dari mahasiswa NTT yang ada di seluruh Indonesia, banyak mahasiswa yang merasa ruang-ruang seperti inilah yang harus kita bangun agar anak muda NTT bisa keluar dari keterpurukan tentunya harapan teman-teman dengan adanya ruang akademisi yang kongkrit seperti ini bisa terciptanya silaturahmi guna membarter gagasan atau ide yang memajukan anak muda NTT di seluruh plosok nusantara.

Eva/Red

Post a Comment

أحدث أقدم