Pelatihan Membacakan Nyaring Sebagai Wadah Untuk Meningkatkan Kecakapan Literasi
Jakarta,anekafakta.com
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS UNJ) gelar Pelatihan Membacakan Nyaring Buku Cerita Anak Pada Komunitas Baca Betawi via Zoom Meeting, Sabtu (25/09/2021).
Narasumber pada kegiatan pelatihan ini yaitu Ibu Desi Wahyuningtias, S.Pd dan Ibu Hayati Amaliah, S.Pd. Kedua narasumber ini merupakan seorang Certified Read Aloud Trainer. Ibu Dr. Gres Grasia Azmin, M.Si, selaku ketua pelaksana pelatihan, menyampaikan bahwa pelatihan membacakan nyaring ini adalah salah satu rangkaian P2M yang dilaksanakannya yang kali ini menyasar komunitas Betawi.
"Literasi merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya guru tetapi juga orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar juga turut tanggung jawab pada kebiasaan membaca seorang anak. Saya berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat mengatasi masalah kurangnya kecakapan literasi pada anak," harapnya.
Bapak Erfi Firmansyah, S.Pd., M.A selaku Koordinator Program Studi Sastra Indonesia dan Bapak Maulana Muladi selaku Ketua Baca Betawi mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan positif yang dapat menjadi jalan untuk membiasakan literasi pada anak.
Pelatihan ini dimoderatori oleh Bapak Nur Sekhudin, S.Pd.,M.Hum, lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh pembicara pertama yaitu Ibu Desi Wahyuningtias, S.Pd.
Ibu Desi Wahyuningtias, S.Pd memulai paparannya dengan menjelaskan sejarah read aloud di Indonesia ini digagas oleh Ibu Rooosie Setiawan. Beliau menerjemahkan buku The Read Aloud Handbook karya Jim Trelease dan hingga saat ini sudah ada 50 lebih komunitas read aloud di Indonesia. Ibu Desi Wahyuningtias, S.Pd juga membicarakan keajaiban read aloud.
"Membacan yaring dapat membantu memberikan pengetahuan latar, membantu nalar, dan memahami suatu topic atau konsep melalui informasi penting," paparnya.
Selain itu, beliau menyampaikan bahwa buku cerita anak itu tidak hanya sekadar cerita belaka namun juga berpengaruh pada stimulasi otak anak. Ketika anak membaca atau dibacakan buku cerita anak yang terstimulasi ialah seluruh bagian otak termasuk pusat emosi dan perilaku.
Sesi kedua masih dipandu oleh moderator yaitu Bapak Nur Sekhudin, S.Pd., M.Hum dan pemaparan materi yang disampaikan oleh Ibu Hayati Amaliah, S.Pd. Beliau membuka sesi pemaparan materinya dengan pantun sesuai dengan cirri khas budaya Betawi.
Ibu Hayati Amaliah, S.Pd memaparkan beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membacakan nyaring seperti intonasi, ekspresi, onomatope, gesture, dan tempo.
"Tidak perlu takut atau malu berekspresi di depan anak. Justru itu dapat melatih pemahaman anak terhadap konteks dalam buku cerita," jelasnya.
Pada akhir sesi pelatihan, kedua narasumber mengajak beberapa partisipan untuk praktik membacakan nyaring buku cerita anak. Setelah partisipan mempraktikkannya lalu mendapat umpan balik dari narasumber. Hingga akhir pelatihan, partisipan forum kurang lebih 30 orang yang berasal dari Komunitas Baca Betawi.
Azis/Red

Posting Komentar