Bobroknya Pelayanan KNPI Satroni Markas PLN Berau


Bobroknya Pelayanan KNPI Satroni Markas PLN Berau


Berau Kaltim. AnekaFakta.Com.

Dampak dari pemadaman listrik yang selamat ini kecap di lakukan Perusahaan listrik negara PLN wilayah Berau, menjadi presden buruk bagi perusahaan tersebut, demikian yang di sampaikan kordinator aksi dari KNPI, Hardiansya ketika datangi markas PLN yang beralamat di jalan Pranoto Tanjung Redeb Kabupaten Berau pada 24/02/23.

Massal aksi dari KNPI yang didukung kekuatan masa dari serikat buruh kabupaten berau minta agar management PLN bertangunggung jawab atas kerugian masyarakat akibat pemadaman listrik yang tidak peraturan. 
Masa aksi minta agar pihak PLN memberikan konpensasi kepelanggan karena banyak alat elektronik rumah tangga  yang rusak, belum lagi pelaku usaha masyarakat kecil dan menengah(UMKM) yang mengalami kerugian akibat bobroknya  management PLN yang kerap lakukan  pemadaman listrik.
Seperti yang dikatakan juga salah seorang orator sebut saja Jugles, dikatakannya, dari tahun ketahun PLN selalu mengalami kerugian tidak pernah ada Untung atau Surplus.sementara PLN selama ini dapat suplai daya dari PLTU yang ada, terus jadi pertanyaan dimana ruginya sehingga di lakukan pemadaman bergilir.


Sementara itu  Manajer PLN UP3 Berau Harryadi Poel menjelaskan, pihaknya tidak pernah menutup mata atas kondisi kelistrikan di Berau. Pihaknya juga sedang berupaya mencarikan solusi atas persoalan ini.

Dijelaskannya, pelayanan listrik di Berau saat ini masih menggunakan sistem isolatif. Maksudnya, kebutuhan daya hanya bisa disuplai dari pembangkit yang ada di Berau saja. Sementara kebutuhan listrik untuk melayani masyarakat saat ini, jauh lebih besar dibanding suplai listrik diterima PLN. Sebab PT IPB tengah melakukan pemeliharaan pembangkit di PLTU Lati, dan terjadi gangguan di PLTU Berau di Teluk Bayur.

"Di Berau sendiri masih mengandalkan tiga pembangkit. Yakni PLTU Berau dan PLTD Sambaliung, serta PLTU Lati. 

Pengurangan daya tersebut membuat pihaknya terpaksa melakukan pemadaman bergilir. Bahkan, pihaknya sudah meminta bantuan agar PLTU Lati bisa memberikan suplai listrik lebih besar ke PLN. Sebab diakuinya, saat ini PLTU Lati juga melayani kebutuhan listrik perusahaan tambang batu bara. "PLTU Lati ini kan excess power. Jadi dia bisa menjual listriknya ke pihak lain. Sisa dari penjualannya itu yang selanjutnya dijual ke PLN," terangnya.

Dirinya tidak memungkiri jika penjualan listrik yang dilakukan PLU Lati ke perusahaan batu bara lebih menguntungkan dari sisi bisnis, dibanding jika harus menjual ke PLN. Sebab nilai pembelian listrik excess power oleh PLN, sudah diatur dalam Permen ESDM Nomor 19 Tahun 2017 tentang pemanfaatan batu bara untuk pembangkit listrik dan pembelian kelebihan tenaga listrik (excess power). Yang membuat tidak bisa menyamai harga beli dari perusahaan batu bara untuk suplai listrik dari PLTU Lati.

Olii/Red

Post a Comment

أحدث أقدم