Freddy, Pengamen Tuna Netra yang Bersyukur atas Kemudahan Akses Transportasi TransJakarta
ANEKAFAKTA.COM,JAKARTA
Freddy, seorang pria tuna netra berprofesi sebagai pengamen jalanan di kawasan Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kemudahan yang diberikan oleh Bus TransJakarta. Menurutnya, fasilitas transportasi ini sangat membantu dalam mendukung aktivitas sehari-harinya, yang berfokus pada usaha untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Freddy yang tinggal di belakang Perum Komplek DKI Joglo Gg. Mushola ini memiliki rutinitas yang cukup padat. Setiap hari, ia menghabiskan waktu sekitar dua jam berkeliling di Pasar Mayestik sebagai pengamen. Dengan penghasilan dari kegiatan tersebut, ia berharap dapat membeli kebutuhan untuk keluarganya di rumah. Setelah selesai berkeliling, Freddy kembali pulang untuk melanjutkan pekerjaan malam harinya sebagai tukang pijit keliling. Namun, ia mengaku bahwa usaha pijit keliling tidak dapat diandalkan sepenuhnya karena sudah dua hari terakhir ini ia belum mendapatkan pelanggan.
Freddy memiliki empat orang anak, dua laki-laki dan dua perempuan, yang paling besar sudah bersekolah di SMK. Ia mengapresiasi bantuan dari pemerintah yang memberikan dana pendidikan sebesar Rp 450.000 setiap tiga bulan sekali untuk anak-anaknya. Namun, bulan ini Freddy mengaku belum menerima bantuan tersebut.
Sebelum menjadi pengamen, Freddy sempat mencoba usaha kecil sebagai pedagang krupuk. Namun, karena terbatasnya modal, ia terpaksa beralih ke profesi pengamen yang tidak memerlukan modal besar. Ia juga bercerita tentang persepsi yang salah yang seringkali terjadi di masyarakat, di mana orang-orang tuna netra dianggap bekerja dalam jaringan yang terorganisir, misalnya dalam jualan krupuk. Padahal, kata Freddy, semua usaha tersebut dijalankan secara mandiri, dengan membeli produk dari pabrik dan menanggung segala risiko apabila barang tidak laku.
"Warga di luar sana sering berpikir kalau kami yang tuna netra itu berjualan krupuk dalam jaringan. Itu salah besar. Kami membeli sendiri ke pabrik, dan kalau tidak laku, ya risikonya kami tanggung sendiri," ujar Freddy dalam wawancara yang dilakukan di dalam bus TransJakarta jurusan Puri Beta-Pancoran.
Freddy berharap agar masyarakat lebih memahami perjuangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, serta memberikan dukungan terhadap aksesibilitas yang semakin baik, seperti yang ditawarkan oleh Bus TransJakarta, yang menurutnya sangat membantu dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Red/anekafakta.com
إرسال تعليق