PLN Akhirnya Blak-blakan Soal Listrik Padam Gomo-Idanotae
ANEKAFAKTA.COM,Nias Selatan — Setelah sekian lama jadi bahan keluhan warga, akhirnya PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nias Selatan buka suara. Mereka membeberkan penyebab utama listrik padam berulang kali di wilayah Gomo dan Idanotae.
Menurut Manajer PLN ULP Nias Selatan, Mukhlis Suhada, gangguan bukan semata karena kerusakan teknis, melainkan karena masalah klasik yang terus berulang: pohon milik warga yang mengenai kabel listrik namun tak diizinkan untuk ditebang.
"Petugas kami di lapangan terus melakukan perintisan jaringan. Tapi kenyataannya, banyak pohon milik warga yang menyentuh kabel dan tidak bisa kami potong karena tidak diberi izin," kata Mukhlis saat dikonfirmasi wartawan, Senin, (4/8).
Hal inilah yang, menurutnya, menjadi akar masalah dari padamnya listrik di dua kecamatan tersebut. Kabel tertutup dahan pohon yang rimbun berisiko menyebabkan gangguan arus pendek, apalagi saat hujan atau angin kencang.
Tak hanya membeberkan penyebabnya, Mukhlis juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Gomo, Idanotae, dan sekitarnya jika layanan yang diberikan belum maksimal.
"Kami mohon maaf atas gangguan ini. Kami sangat memahami keresahan masyarakat dan sedang berupaya maksimal untuk memperbaiki," ujarnya.
PLN, kata dia, telah menjadikan wilayah Gomo dan Idanotae sebagai prioritas utama perbaikan di bulan Agustus ini. Tim teknis akan disiagakan ekstra, termasuk saat malam hari, untuk mempercepat normalisasi jaringan.
Mukhlis juga mengimbau kepada seluruh warga agar mendukung proses perintisan jaringan listrik dengan memberi akses dan izin kepada petugas yang bekerja di lapangan.
"Kami tidak bisa bekerja maksimal kalau akses kami dipersulit. Masyarakat harus paham, ini bukan untuk kepentingan PLN, tapi untuk kenyamanan bersama," tegasnya.
Menurutnya, kerja petugas di lapangan sangat bergantung pada dukungan sosial warga, terutama dalam hal penebangan pohon yang membahayakan kabel tegangan menengah dan rendah.
PLN ULP Nias Selatan menargetkan penurunan signifikan jumlah gangguan dan frekuensi padam di wilayah Gomo dan sekitarnya mulai Agustus ini.
"Kami kerahkan tim teknis tambahan, evaluasi area rawan gangguan, dan bila perlu, akan menambah armada di wilayah terdampak," pungkas Mukhlis.
Red/anekafakta.com
إرسال تعليق