Pulih, Tumbuh, dan Berubah: 80 Warga Binaan Ikuti Program Rehabilitasi di Lapas Perempuan Sungguminasa



Pulih, Tumbuh, dan Berubah: 80 Warga Binaan Ikuti Program Rehabilitasi di Lapas Perempuan Sungguminasa

ANEKAFAKTA.COM,Gowa - Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa kembali menggelar *Program Rehabilitasi Pemasyarakatan Kategori I (15 Hari)* pada Senin, 13 Oktober 2025, pukul 09.00 WITA bertempat di Aula Lapas. Kegiatan ini diikuti oleh 80 orang warga binaan yang telah melewati tahapan asesmen dan tes urine, serta dinyatakan layak untuk mengikuti program rehabilitasi.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembagian alat tulis dan ID Card peserta sebagai kelengkapan administrasi, dilanjutkan dengan pengisian self efficacy awal serta informed consent sebagai komitmen awal peserta terhadap proses rehabilitasi. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pembacaan Ikrar dan Doa Kedamaian sebagai simbol tekad untuk menjalani proses pemulihan dengan hati yang tulus dan penuh tanggung jawab.

Dalam sesi berikutnya, peserta mengikuti kegiatan share feeling yang dipandu oleh instruktur pendamping. Melalui kegiatan ini, warga binaan diberikan ruang untuk berefleksi, saling mendukung, dan memperkuat motivasi untuk berubah menuju kehidupan yang lebih baik. Setelah kegiatan inti selesai, warga binaan kembali ke blok hunian masing-masing untuk melaksanakan tugas pembinaan sesuai bidangnya, sebagai bentuk implementasi disiplin dan tanggung jawab selama masa rehabilitasi.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Yohani Widayati, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membentuk kepribadian warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih kuat dan sehat.

"Program rehabilitasi ini tidak hanya berfokus pada pemulihan perilaku, tetapi juga pada pembentukan kesadaran diri dan tanggung jawab. Kami ingin agar setiap peserta benar-benar mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani program ini," ujar Yohani.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik), Santy Sastriawati, menambahkan bahwa pelaksanaan program ini juga menjadi sarana evaluasi dan pembinaan berkelanjutan.

"Kami berupaya menghadirkan suasana yang suportif dan edukatif dalam setiap kegiatan. Harapannya, warga binaan mampu memaknai proses ini sebagai langkah nyata untuk memperbaiki diri dan mengubah pola pikir ke arah yang positif," jelas Santy.

Kegiatan rehabilitasi ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dalam mendukung program Pemasyarakatan yang Humanis dan Reformatif, serta memperkuat peran lembaga sebagai tempat pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan pemulihan nilai-nilai kehidupan.

Darman/Red

Post a Comment

أحدث أقدم