Desa Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Dikunjungi Mahasiswa Unpad dan UNJ Untuk Belajar Budaya Betawi



Desa Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Dikunjungi Mahasiswa Unpad dan UNJ Untuk Belajar Budaya Betawi


Desa Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi, sejak masuk 500 BESAR ADWI 2023 dan menjadi Desa Wisata binaan berdasarkan SK Kadis Parekraf Provinsi DKI Jakarta tentang Penetapan Desa / Kampung Wisata di Provinsi DKI Jakarta Nomor SK : SK No. e-0001 tahun 2023. Dalam Website Jaringan Desa Wisata (Jadesta) yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan Kategori Desa Wisata Rintisan.
Demikian pernyataan Abdul Aziz salah satu pengelola Desa Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi disela kegiatan kunjungan budaya mahasiswa/i Universitas Padjajaran Jatinangor Jawa Barat dan Universitas Negeri Jakarta pada Sabtu, 22 November 2025 di Jalan Durian 1/2 RT. 005/004 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan.

Dijelaskannya bahwa Desa Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi selama ini menyelenggarakan berbagai kegiatan berbasis budaya silat beksi dengan bersandar kepada nasab & sanad 5 tokoh/pahlawan beksi petukangan (H. Godjalih, H. Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer, Mandor Minggu), diantaranya : Diklat Silat Beksi, Diklat Teater Betawi, Diklat Tari Betawi, Diklat Sastra Betawi, Diklat Seni Rupa Betawi, Diklat Kuliner Betawi.

"Selain itu juga menyelenggarakan Wisata Ziarah Makam Pahlawan Beksi, Hikayat Beksi, Manaqib Beksi, dan menjual pernak-pernik (kerajinan) serta kuliner khas Betawi," jelasnya.





Senada dengan itu, Saskia Rameyza salah satu mahasiswi Universitas Padjajaran Jatinangor Jawa Barat menegaskan bahwa kunjungan ini  bertujuan untuk wawancara dan sekaligus silaturahmi dengan pegiat Desa Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi dalam rangka menyelesaikan tugas akhir kuliah.
"Tugas akhir yang ingin diselesaikan berbentuk video singkat tentang kebudayaan daerah tempat tinggal, maka dengan adanya video singkat diharapkan dapat memberikan informasi serta pengetahuan tentang budaya di kawasan Petukangan dan sekitarnya," tegasnya.
Menurut Dafa salah satu mahasiswa Universitas Jakarta bahwa kunjungan budaya ini untuk melengkapi bahan skripsi pada bagian animasinya dalam game, maka membutuhkan video jurus pencak silat beksi untuk membuat animasinya, agar tidak salah gerakan. Gamenya itu tentang petualangan yang mainnya dan diperlukan eksplore tempat.
"Tempatnya itu kalau dari konsep ini adalah tanah Beksi jaman dulu. Jadi nanti pemain tidak cuma belajar mengetahui gerakan pencak  silat beksi, tapi juga mengetahui tentang sejarah, filosofi, prinsip hidup pencak silat beksi," tuturnya.

Post a Comment

أحدث أقدم