Jakarta,Anekafakta.com-Pada pernikahan Mutiara Iftitah, S.Psi anak dari pasangan Arief Hidayat dan Elah Nurlaelah asli Kampung Petukangan dengan Bilal Basoglu, M.B.A anak dari pasangan Mehmet Ali Basoglu dan Emine Basoglu keturunan Turki tinggal di Jerman berlansung dengan meriah dan lain daripada yang lain. Resepsi Pernikahan tersebut diselenggarakan dalam Prosesi Pernikahan Adat Betawi yang disuguhkan dengan penampilan seni budaya Palang Pintu Betawi, Tabuhan Hadroh, Lantunan Sholawat, Tari Betawi Putra Satria pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Oase@Aria Jl. Aria No. 71 Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan.
Dalam kesempatan ini, Rik A Sakri tokoh seniman Jakarta Selatan yang beberapa tahun terakhir ini konsen membina generasi muda Betawi mengungkapkan bahwa seperti biasanya Palang Pintu Betawi dilakukan pada kedua mempelai yang homogen, yaitu sebangsa dan setanah air.
"Namun, ada pengecualian disini bahwa Palang Pintu Putra Satria dihadapkan pada kedua mempelai yang heterogen," ungkapnya.
Dengan demikian, ada tuntutan yang mengharuskan menyesuaikan dengan kondisi seperti diatas. Yaitu paling tidak ada survey atau observasi adalah usul kedua mempelai untuk memasukan "materi" yang akan dipertontonkan. Jadi kesimpulannya adalah apapun keseniannya, tetap para pelakunya harus kritis dan gelisah agar terus menambah wawasan dan terutama yang berkaitan dengan yang bersangkutan.
"Contohnya bahwa paling tidak menyelipkan beberapa kalimat berbahasa Turki dalam adegan berbalas pantun," tandasnya.
Senada dengan itu, Agus Salim salah satu seniman Betawi menjelaskan bahwa benar-benar suatu pengalaman baru lagi dan pengalaman yang luar biasa bisa tampil di acara Palang Pintu Betawi pada Resepsi Pernikahan Adat Betawi di Oase@Aria Tangerang Selatan.
"Ternyata, mempelai pria adalah seorang bule keturunan Turki dan calon mempelai wanita adalah orang Indonesia asli kampung Petukangan," jelasnya.
Ditegaskannya bahwa suatu pengalaman luar biasa, walaupun pernah juga acara resepsi sebelumnya dengan palang pintu orang bule. Walaupun di acara palang pintu ini, mempelai pria orang Turki ini tidak begitu mengerti bahasa Indonesia, tapi kita semangat untuk tetap dapat menghibur.
"Dan alhamdulillah keluarga mempelai pria orang Turki ini sangat terhubur. Bahkan, dengan antusias memberikan saweran-saweran kepada "panjak" palang pintu yang sedang beraksi dan menjadikan suasana tambah lebih meriah,"pungkasnya.
Aziz/Red
إرسال تعليق