Pinrang ,Anekafakta.com– Dalam rangka memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pinrang menggelar pelatihan budaya pelayanan prima (excellent service) bagi pengguna layanan, baik pengunjung maupun warga binaan, Senin (2/2/2026).
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan mitra dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), yakni Arni, selaku Supervisor, bersama timnya, sebagai narasumber yang memberikan pembekalan terkait standar dan penerapan pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan pengguna layanan.
Dalam pelatihan tersebut, disampaikan lima aspek utama pelayanan prima yang menjadi fondasi dalam membangun kualitas layanan publik, yakni People, Premises, System/IT Support, Process, dan Product.
Pada aspek People, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya sikap, perilaku, dan kompetensi petugas layanan, yang diwujudkan melalui keramahan, empati, komunikasi yang santun, serta integritas dalam melayani setiap pengguna layanan tanpa diskriminasi.
Aspek Premises menekankan pada ketersediaan dan kenyamanan sarana prasarana layanan. Lingkungan layanan yang bersih, tertib, aman, serta ramah dinilai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kepercayaan pengguna layanan.
Selanjutnya, aspek System/IT Support membahas peran teknologi informasi dalam mendukung pelayanan yang cepat dan akurat, termasuk pemanfaatan sistem digital dan keterbukaan informasi layanan.
Pada aspek Process, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya alur pelayanan yang jelas, sederhana, dan transparan, dengan standar waktu yang pasti serta sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, aspek Product menitikberatkan pada kualitas hasil layanan yang diterima pengguna, yang harus memberikan kepastian, manfaat, serta memenuhi hak pengguna layanan secara tepat dan akuntabel.
Selain penyampaian materi, pelatihan juga diisi dengan role play atau simulasi layanan, di mana peserta memerankan langsung petugas layanan (customer service) dan pengguna layanan. Melalui simulasi ini, peserta dilatih untuk menerapkan lima aspek pelayanan prima secara nyata, mulai dari cara menyambut pengguna layanan, menggali kebutuhan, memberikan solusi, hingga menutup layanan secara profesional dan humanis.
Kepala Rutan Pinrang, Andi Erdiyangsah Bahar, menyampaikan bahwa metode role play menjadi bagian penting untuk memastikan materi pelayanan prima dapat dipahami dan diterapkan secara langsung.
"Melalui role play, petugas dapat merasakan langsung posisi sebagai pemberi dan penerima layanan. Ini penting agar pelayanan yang diberikan benar-benar berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan pengguna layanan," tegas Andi Erdiyangsah Bahar.
Ia juga mengapresiasi sinergi dengan BRI sebagai mitra yang telah berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pelayanan berbasis profesionalisme dan kepuasan pelanggan.
Melalui kegiatan pelatihan budaya pelayanan prima ini, Rutan Pinrang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan berkelanjutan, memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan, serta mendukung terwujudnya predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Red
Kontributor: Humas Rutan Pinrang
إرسال تعليق