Kampung Silat Petukangan Siap Meriahkan IWDF 2026 di Gedung Kesenian Jakarta



Jakarta,Anekafakta.com-Festival ini merupakan perayaan keberagaman budaya yang menghadirkan ruang eksplorasi dan kolaborasi antara tari tradisional serta berbagai genre tari lainnya. Selain sebagai ajang pertunjukan seni, festival ini juga menjadi wadah pertukaran budaya yang mempererat hubungan antar komunitas serta seniman tari dari berbagai provinsi di Indonesia juga mancanegara. Demikian pernyataan Dr. Rosmala Sari Dewi, S.Sn., M.Sn selaku Ketua Penyelenggara Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 pada Kamis, 26 Maret 2026 di Jakarta.

Dijelaskannya bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung semangat "Jakarta Kota Global dan Berbudaya - Menuju 500 Tahun Kota Jakarta" dengan menghadirkan ruang pertemuan budaya yang memperkaya keberagaman seni dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang terbuka bagi ekspresi budaya dunia.

"Partisipasi semua peserta IWDF 2026 akan memberikan kontribusi berharga bagi kesuksesan acara ini serta membuka peluang kolaborasi dan jejaring bagi para pelaku seni tari di seluruh Indonesia dan mancanegara. Kami sangat menantikan kehadiran para peserta di Jakarta untuk bersama-sama merayakan kekayaan seni tari dunia dalam Indonesia World Dance Festival 2026 tepatnya pada Sabtu, 30 Mei 2026 di Gedung Kesenian Jakarta," jelasnya.

Senada dengan itu, Abdul Aziz sebagai Pimpinan Produksi Kampung Silat Petukangan yang menjadi salah satu peserta kegiatan IWDF 2026 ini, mengaku sangat antusias dapat terpilih untuk menampilkan karya pertunjukan seni tari bersama pegiat seni tari se Indonesia dan juga mancanegara.

" Semoga perhelatan IWDF 2026 ini dapat membangkitkan semangat berkesenian para pegiat seni tari di bumi nusantara ini," tegasnya.

Menurut Agus Salim selaku koreografi Kampung Silat Petukangan menuturkan bahwa pertunjukan "Tari Kreasi Beksi" adalah gerak-gerik tari enerjik dan bersumber dari gerakan dasar pencak silat beksi yang penuh dengan makna tersirat di setiap gerakannya. Gerakan dasar pencak silat beksi seperti : pukul, ketok, cauk, sikut, sabet, ganden, pecut, bandut, broneng, lokbe, tingkes dan lainnya.

 "Gerakan dasar pencak silat beksi tersebut, diramu menjadi satu kesatuan gerak tari yang aktif dan progresif," tuturnya.

Disamping itu, Agus Priyatna atawa biasa dikenal dengan nama panggung Rik A Sakri sebagai sutradara pertunjukan "Tari Beksi" Kampung Silat Petukangan ini menambahkan bahwa pertunjukan kali ini, kami akan menampilkan 12 orang penari laki-laki dan perempuan yang terdiri dari siswa-siswi SD, SMP, SMK dan Mahasiswa aktif berkegiatan seni budaya rutin di Kampung Budaya Pencak Silat Beksi dibawah pengelolaan Yayasan Kampung Silat Petukangan.

"Mudah-mudahan dengan pertunjukan "Tari Kreasi Beksi" pada IWDF 2026 kali ini, dapat menambah khazanah budaya bangsa yang sarat dengan makna tersirat dan mendalam," imbuhnya.

Aziz/Red

Post a Comment

أحدث أقدم