Pelaku Penganiayaan Disertai Pengeroyokan di Polda Metro Jaya  Diduga Merupakan Preman Bayaran.



Jakarta, Anekafakta.com-diduga telah terjadi tindak pidana kekerasan yang mengejutkan di lingkungan Polda Metro Jaya, yang seharusnya menjadi tempat paling aman untuk mencari keadilan.

Peristiwa ini terjadi tgl 26/03 sekitar pukul 12:30 ketika Fahd Arafiq adik bupati non aktif Pekalongan Fadia Arafiq, hadir diruang Dittipid PPA-PPO untuk dikonfrontir  dengan faisal atas kasus yang sedang ditangani pihak Polda metro jaya.

Diduga kehadiran Fahd arafiq tidak hanya berdua dengan Rani Fahd arafiq istrinya, namun juga diikuti beserta puluhan pemuda berwajah sangar berkulit hitam.

Sebelum berlanjut proses konfrontir, terjadi penganiayaan dilakukan oleh beberapa pemuda yang diduga sebagai preman bayaran tsb terhadap Faisal yang ingin dikonfrontir kan dengan Fahd arafiq.

Alih-alih menjadi tempat pencari keadilan, insiiden penganiayaan ini justru membuat semakin kuat dugaan adanya unsur kesengajaan demi memghindari proses sesi konfrontir dari penyidik yang  hasilnya dapat menjadi penentu arah dari kasus yang sedang berjalan dipolda metro.

Selain Faisal, turut menjadi korban pemukulan adalah Ahmad Rifa'i sopir yang mengantar Faisal juga menjadi korban  pengeroyokan ketika berusaha ingin masuk kedalam ruangan penyidik saat mendengar suara keributan tersebut.

Yang membuat publik semakin prihatin, dugaan penganiayaan ini tidak hanya dilakukan hanya oleh satu orang dan dilakukan didepan mata aparat-aparat penyidik kepolisian Polda Metro jaya

Tak hanya itu, jumlah orang yang diduga terlibat bahkan disebut mencapai sekitar puluhan orang, dan sebagian di antaranya diduga merupakan preman bayaran.
Tak berhenti di situ, dalam peristiwa ini juga muncul dugaan kejanggalan kenapa bisa sekian puluh orang yang diduga preman tersebut ikut bisa masuk kedalam dan melakukan aksi kekerasan dihadapan aparat kepolisian terhadap korban , yang tentu semakin menambah sorotan serius terhadap kasus ini kinerja kepolisian, yang tentu semakin menambah sorotan serius terhadap kasus ini dan kinerja aparat kepolisian. 

Ironis sekali, disaat beberapa waktu lalu POLRI sedang gencar-gencarnya melakukan penertiban dan penindakan terhadap aksi-aksi premanisme, ini justru perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para pelaku dirumah Polri itu sendiri 

Kejadian ini pun menuai pertanyaan besar dari masyarakat: bagaimana mungkin dugaan penganiayaan bisa terjadi di dalam institusi penegakan hukum? Siapa yang harus bertanggung jawab atas jebolnya keamanan di lokasi tersebut?

Korban berharap Polda Metro Jaya dapat meningkatkan kewaspadaan, mengusut tuntas kasus ini, serta menindak tegas siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu.

Agus/red

Post a Comment

أحدث أقدم