Lebih dari Wisata Berbasis Satwa, Solo Safari Hadirkan Hutan Menyala di Tengah Kota


Surakarta,Anekafakta.com— Solo Safari kembali menghadirkan inovasi melalui program terbaru bertajuk Safari Vibes, sebuah konsep wisata sore hingga malam hari yang menggabungkan berbagai aktivitas, kuliner, hiburan, hingga pengalaman visual dalam satu kawasan. Program ini menjadi pengembangan terbaru Solo Safari dalam menghadirkan destinasi yang lebih fleksibel dan relevan dengan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda.
Safari Vibes berlangsung setiap Senin–Jumat pada pukul 16.30–20.00 WIB, sekaligus memperpanjang pengalaman berkunjung di Solo Safari hingga malam hari. 
”Kehadiran program ini menjadikan kawasan Solo Safari tidak hanya aktif pada jam operasional utama wisata satwa, tetapi juga berkembang sebagai ruang berkumpul dan aktivitas sore-malam bagi masyarakat Kota Surakarta,” ujar Miyana selaku General Manager Solo Safari.
Konsep ini juga menjadi kelanjutan dari tren jogging sore di Solo Safari yang sampai saat ini masih menjadi favorit masyarakat. Antusiasme pengunjung terhadap suasana jogging di area Solo Safari menunjukkan bahwa kawasan ini telah berkembang menjadi salah satu ruang baru di tengah kota. 
Sebagai bagian dari pengembangan pengalaman wisata malam, Solo Safari juga menghadirkan Magical Jungle yang saat ini memasuki fase pertama pengembangan. 
”Instalasi pencahayaan tematik di area pepohonan dan pedestrian di area Bengawan Resto dan Danau Bengawan akan menghadirkan suasana malam yang berbeda, dengan permainan lighting berwarna-warni yang menciptakan pengalaman visual estetik bagi pengunjung. Ini akan menjadi daya tarik spesial karena hanya menjadi satu-satunya hutan menyala di Solo,” imbuh Miyana.
Selain menjadi ruang eksplorasi malam, Magical Jungle juga menghadirkan berbagai spot yang menarik bagi masyarakat untuk menikmati suasana santai maupun aktivitas fotografi di malam hari. 
Seluruh pengalaman di Safari Vibes dapat dinikmati dengan harga Rp88.000 untuk dewasa dan Rp50.000 untuk anak-anak, yang sudah termasuk tiket masuk Solo Safari dan buffet all you can eat. Program buffet ini dapat dinikmati sambil menikmati suasana tepi danau yang menjadi salah satu area favorit di Solo Safari.


Untuk memudahkan akses pengunjung, program Safari Vibes juga menghadirkan jalur kunjungan yang lebih praktis, di mana pengunjung dapat langsung memasuki area melalui akses dan parkir di kawasan Bengawan Resto.

Tentang Solo Safari 
Solo Safari adalah destinasi wisata edukasi satwa yang berada di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Dikelola oleh Taman Safari Indonesia pada 27 Januari 2023, tempat ini menawarkan pengalaman yang mendalam dan interaktif bagi pengunjung, dengan fokus pada pelestarian satwa dan edukasi lingkungan. Solo Safari menempati area seluas 14 hektar dan menjadi rumah bagi lebih dari 400 satwa dari 90 spesies yang beragam. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai zona yang dirancang untuk menampilkan satwa endemik Indonesia, serta menikmati berbagai fasilitas hiburan yang mendukung pembelajaran yang menyenangkan, seperti Paint and Brush, Gokart, Dino Ride, Human Claw, Savannah Zipline dan Jeep Adventure. Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman kuliner unik di Makunde Bistro, dengan pemandangan langsung ke exhibit singa, atau bersantai di Bengawan Resto yang menyajikan pemandangan tenang Danau Solo Safari, menciptakan perpaduan sempurna antara petualangan, edukasi, rekreasi dan Kuliner. Melalui pendekatan yang lebih modern, Solo Safari tidak hanya menjadi destinasi wisata tetapi juga pusat konservasi dan penelitian yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan satwa liar di Indonesia.

Tentang Taman Safari Indonesia 
Taman Safari Indonesia adalah taman rekreasi bertema dan situs konservasi kelas dunia yang terletak di enam lokasi dan empat resort di seluruh Indonesia. Taman ini memiliki lebih dari 9325 Satwa dari 409 spesies dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahunnya. Sejak tahun 1980, Taman Safari Indonesia telah memainkan peran penting dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepaskan ribuan hewan kembali ke alam liar. Sebagai hasilnya, Taman Safari Indonesia telah menjadi organisasi konservasi global terkemuka untuk satwa liar endemik Indonesia dan spesies yang terancam punah. Taman Safari Indonesia telah meraih empat sertifikasi internasional dan 20 penghargaan nasional atas upayanya dalam bidang konservasi dan rekreasi. 
Perjalanan Taman Safari Indonesia dimulai dengan pembukaan area konservasi satwa liarnya yang pertama, The Great Taman Safari Bogor, di Cisarua, Bogor, pada bulan April 1986. Seiring berjalannya waktu, Taman Safari Indonesia memperluas jejaknya dengan mendirikan The Grand Taman Safari Indonesia Prigen di Pasuruan, Jawa Timur, pada bulan Desember 1997. Keberhasilan dua area konservasi ini menginspirasi Taman Safari Indonesia untuk menciptakan situs tambahan, termasuk The Amazing Taman Safari Bali, The Fantastic Beach Safari di Batang, Jawa Tengah, Jakarta Aquarium & Safari, Solo Safari, dan yang terbaru, Varuna Bali. Taman Safari Indonesia juga mengawasi beberapa bisnis terkait pariwisata, seperti Royal Safari Garden, Safari Resort, Baobab Safari Resort, Mara River Safari Lodge, dan Gerai Souvenir Safari Wonders.

Red
Uploaded Image

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama