KARTASURA ,Anekafakta.com— Yayasan Sang Pamarta Indonesia melalui Sanggar Pedalangan Sang Pamarta berhasil menyelenggarakan perhelatan budaya bertajuk "Wayang Alpha Gen — Kolaborasi Lintas Dimensi" pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung PKP Kartasura tersebut berlangsung sejak pagi hingga malam dan menjadi ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda dalam upaya pelestarian kebudayaan nusantara.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026. Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap regenerasi pelaku seni tradisi serta penguatan kebijakan pemajuan kebudayaan.
Dihadiri pejabat daerah dan tokoh lintas disiplin
Acara berlangsung meriah dan dihadiri pejabat daerah serta tokoh budaya lintas disiplin. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Camat Kartasura Ikhwan Sapto Darmono, S.Pd., M.Pd.; Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo, S.H., M.H.; Danramil Kartasura Kapten Infantri Sudir; serta Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Suyanto, M.Si. Selain unsur pemerintahan, sejumlah tokoh kebudayaan turut hadir seperti Ki Pahang Sunarno (dalang Ruwat), penulis novel wayang Pitoyo Amrih, dan Dr. Supriyanto, S.H., M.H. (Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta) yang juga dikenal sebagai praktisi dalang.
Wadah kreativitas bagi generasi Alpha
Ketua Pelaksana, Ki Wahyu Dunung Raharjo, S.Sn., menyampaikan bahwa inisiatif "Wayang Alpha Gen" lahir sebagai wadah agar generasi Alpha — yang dikenal adaptif terhadap kemajuan teknologi — tetap mencintai serta mengembangkan kebudayaan lokal tanpa kehilangan relevansi dengan perkembangan zaman. Program ini dirancang untuk memadukan metode pembelajaran tradisional dengan pendekatan teknologi dan media kontemporer.
Rangkaian kegiatan sebelumnya
Sebelum puncak acara, rangkaian kegiatan telah dimulai beberapa hari sebelumnya, meliputi:
Workshop Wayang (21 Juni 2026), hasil kolaborasi dengan Komunitas Wayang Kali dari Jepara, yang dilaksanakan pada Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, dan diikuti sekitar 50 peserta.
Podcast Budaya (21 Juni 2026 malam), yang menghadirkan diskusi bersama narasumber Ki Amar Pradopo, S.I.Kom., dan diikuti hampir 300 penonton secara daring.
Festival Dalang Cilik dan Remaja (27 Juni 2026 pagi-sore), menampilkan sebelas penampil muda dari Sanggar Pedalangan Sang Pamarta Kartasura.
Selain itu, suasana Gedung PKP Kartasura juga diperkaya dengan pameran wayang, lokakarya menyungging wayang Wisanggeni, dan pojok literasi wayang untuk memperluas pemahaman publik terhadap warisan pewayangan.
Puncak: Kolaborasi wayang lintas dimensi.
Pada pementasan puncak malam hari, penonton disuguhkan pertunjukan "Kolaborasi Wayang Lintas Dimensi" yang menampilkan tiga dalang cilik berbakat yaitu Ki Restu Bayu Aji, Ki Pradipta Gian Dimaring Driya, dan Ki Theodore Issac Hinca. Pentas ini menggabungkan pakem pewayangan tradisional dengan elemen sinematik yang dikembangkan oleh tim Animawayang Community, sehingga menghasilkan pengalaman visual dan audio yang adaptif kepada selera generasi masa kini.
Peran mitra strategis
Keberhasilan acara juga ditopang oleh sejumlah mitra strategis antara lain Gubuk Wayang Gamelan, Kawula Gusti Production, dan Kabul KJT. Sinergi antarorganisasi tersebut memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan edukatif dan artistik yang berjalan lancar.
Jejak internasional dan rencana ke Singapura
Yayasan Sang Pamarta Indonesia memiliki rekam jejak penyelenggaraan festival kebudayaan sejak 2019 dan pengalaman tampil serta mengadakan lokakarya di panggung internasional, termasuk di Vietnam, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Filipina. Menjelang penutupan acara, panitia menyampaikan bahwa pada November 2026 tim Sang Pamarta terpilih melalui proses kurasi internasional untuk melaksanakan serangkaian pementasan dan lokakarya kebudayaan di Singapura. Panitia memohon doa restu masyarakat agar misi internasional tersebut berjalan sukses dan lebih memperkenalkan wayang Indonesia di kancah dunia.
Penutup
Kegiatan "Wayang Alpha Gen — Kolaborasi Lintas Dimensi" tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga manifestasi upaya pelestarian kebudayaan melalui inovasi. Dengan melibatkan generasi muda dan teknologi, sanggar berharap tradisi pewayangan tetap hidup dan relevan untuk dinikmati generasi mendatang.
Red
إرسال تعليق