Jakarta,Anekafakta.com-Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi adalah Wisata Budaya resmi yang terletak di Jalan Ciledug Raya No. 46 RT. 006/004 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan. Kawasan ini merupakan pusat pelestarian dan perkembangan pencak silat beksi, salah satu khazanah budaya Betawi. Kampung ini telah diakui secara resmi sebagai Kampung Wisata oleh Kemenparekraf RI dan Disparekraf DKI Jakarta serta masuk dalam data resmi Jadesta Kemenpar.
“Siapa saja mulai dari anak-anak usia 6 tahun hingga dewasa bisa belajar Pencak Silat Beksi dan Seni Pertunjukan lainnya (musik, tari, sastra, teater, seni rupa) secara gratis di sini. Setiap tahunnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan rutin menggelar Festival Kampung Budaya Petukangan dan Kampung Pencak Silat Beksi untuk menampilkan seni tradisi, bazar kuliner, dan budaya Betawi,” ungkap Abdul Aziz salah satu pengelola Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi disela kegiatan rutin bulanan “Geger; Gerak-Gerik Beksi” ke 3 dalam rangka memperingati Hari Puisi Indonesia dan Hari Anak Nasional pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Area Makam Pahlawan Beksi alm H. Godjalih Jalan Durian 1-2 RT. 005/004 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan.
Dijelaskannya bahwa kegiatan pelestarian di kampung ini dikelola di bawah naungan Yayasan Kampung Silat Petukangan dengan Ketua Umum H. Naupal Haryawan salah satu cicit Pahlawan Beksi alm H. Godjalih yang memegang teguh sanad dari 5 tokoh legendaris Beksi (H. Godjalih, H. Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer, dan Mandor Minggu). Aliran Silat Beksi Petukangan telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Provinsi DKI Jakarta tahun 2015.
“Seperti malam ini, kami menyelenggarakan kegiatan secara rutin tiga bulanan yang bertajuk “Geger; Gerak-Gerik Beksi 3” dalam bentuk “Diskusi, Apresiasi, Atraksi”. Dimana dalam kegiatan tersebut ditampilkan beberapa pertunjukan oleh pegiat Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi yang terdiri dari beberapa sanggar seni secara rutin setiap Jum’at, Sabtu, Minggu (Siang-Sore) mengikuti latihan pencak silat beksi dan dasar seni pertunjukan lainnya, seperti musik, sastra, teater, seni rupa sebagai ajang uji kompetensi hasil latihan rutin bersama setiap 3 kali dalam 1 minggu,” jelasnya.
Senada dengan itu, Agus Salim selaku pelaku budaya menegaskan bahwa malam ini adalah malam yang begitu istimewa karena berbagai atraksi seni pertunjukan ditampilkan oleh teman-teman pegiat Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi. Sebagaimana pertunjukan teater anak yang luar biasa dengan judul “Si Badul Anak Ondel-Ondel” dengan segala keterbatasannya waktu latihan mereka tampil memukau para penonton yang hadir.
“Walaupun mereka pernah tampil di panggung-panggung seni tradisi, tapi ini pengalaman baru karena menampilkan sebuah pertunjukan teater anak dengan menggunakan naskah. Dan itu juga menjadi pengalaman baru juga buat saya, semoga kegiatan ini dapat selalu mengembangkan diri kita semua,” tegasnya yang sekaligus sebagai sutradara dalam pertunjukan teater anak tersebut.
Selain itu, Ahmad Mukti Ramadhani sebagai salah satu pemain dalam pertunjukan teater anak tersebut dan juga salah satu siswa SMP Putra Satria yang selalu aktif dalam mengikuti latihan rutin bersama menambahkan bahwa ketika mulai pentas dari adegan pertama sangat percaya diri, walau kurang di dalam adegan tertawa tadi. Akan tetapi, ketika adegan pertengahan saya keringet dingin dan kepengen muntah. Namun, saya berusaha bertahan untuk konsentrasi melanjutkan akting berdialog sesuai apa yang ada di dalam naskah. Ketika adegan Dewi Ilmu, saya sudah tidak keringat dingin. Seiring jalannya adegan jatuhnya raksasa penjaga tangga langit dalam hati saya,”Alhamdulillah, akhirnya selesai juga pertunjukan dan saya puas dan bersyukur akhirnya bisa menampilkan tokoh si badul dengan baik,” imbuhnya.
. Azis
Posting Komentar