Mahasiswi Atmajaya Jakarta Studi Budaya di Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi




Jakarta,Anekafakta.com-Kesenian Ondel-ondel merupakan warisan budaya yang dimiliki oleh masysrakat 
Jakarta. Bagi sebagian orang, Ondel-ondel hanyalah sebuah pertunjukan yang ada di saat-saat 
tertentu. Namun bagi seorang seniman ondel-ondel, Ondel-ondel merupakan budaya yang 
perlu dilestarikan dengan upaya yang bervariasi. 

Demikian pernyataan Soraya salah satu mahasiswi Magister Psikologi Universitas Atmajaya Jakarta belum lama ini dalam Studi Budaya di Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi Jalan Ciledug Raya No. 46 RT. 006/004 Kel. Petukangan Utara Kec. Pesanggrahan Kota Adm Jakarta Selatan.

Turut hadir Abdul Aziz selaku pegiat Kampung Wisata Kampung Budaya Pencak Silat Beksi, Dabon dan Luthfi sebagai pegiat seni Ondel-Ondel serta Veliciya dan Ara tim mahasiswi Magister Psikologi Universitas Atmajaya Jakarta.

Dijelaskannya bahwa bagi sebagian orang, Ondel-ondel merupakan bagian dalam hidupnya. Mulai dari membuat bagian-bagian dari ondel-ondel, hingga memainkannya. Memainkan ondel-ondel sendiri bukanlah hal yang mudah. Seseorang yang membawa ondel-ondel (Nandak), perlu menopang tubuh ondel-ondel dengan pundaknya, sekaligus 
menjaga keseimbangannya. 

"Tantangan itu rela dilakukan setiap hari, demi mengenalkan 
ondel-ondel yang dibawa ke masyarakat sekitar," jelasnya.

Ditegaskannya bahwa membawa ondel-ondel ke jalanan, dari kampung ke kampung, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, melainkan cara sederhana yang terpikirkan oleh seniman jalanan untuk mengenalkan ondel-ondel itu sendiri.

"Bagi seniman jalanan ondel-ondel, kegiatan hariannya merupakan kesempatan untuknya bersosialisasi dengan sesama seniman jalanan," tegasnya.

Menurutnya bahwa pendidikan yang terpaksa terhenti 
karena berbagai alasan membuat seniman jalanan memiliki pemikiran yang amat sederhana. Kebijakan pemerintah yang membatasi penampilan ondel-ondel di jalan tidak menurunkan
semangat para seniman jalanan. Seniman jalanan berusaha memahami kebijakan pemerintah, dengan menghindari penampilan di daerah-daerah tertentu. 

"Membawa ondel-ondel ke jalan bukan berarti tidak menghargai budaya," tandasnya.

Ditambahkannya bahwa ondel-ondel 
tetap dirawat sebaik mungkin agar para seniman tetap bisa memberikan kesan baik pada masyarakat. Seniman jalanan ondel-ondel juga tetap mengikuti segala prosedur yang ada, 
untuk mendaftarkan ondel-ondel yang dimilikinya. Segala prosedur tetap diikuti sebagai cara 
untuk menghargai warisan budaya.
Pada akhirnya, seniman jalanan ondel-ondel melihat pertunjukkan ondel-ondel di 
jalan bukan hanya dilakukan untuk alasan ekonomi, melainkan bentuk kecintaan, dan upaya melestarikan ondel-ondel. 

"Itulah cara sederhana yang terpikirkan oleh seorang seniman jalanan sederhana, mendekatkan ondel-ondel dengan masyarakat," imbuhnya. (ziz)
(ziz)
Uploaded Image

Post a Comment

أحدث أقدم