Gunungsitoli ,Anekafakta.com– Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sumatra Utara, memanen sekitar 50 kilogram kangkung hasil budidaya warga binaan sebagai bagian dari dukungan terhadap 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor ketahanan pangan.
Panen yang dilakukan di area brandgang Lapas Kelas IIB Gunungsitoli itu menjadi bukti bahwa program pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter warga binaan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan kegiatan yang produktif dan bernilai manfaat.
Kepala Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, turun langsung memimpin panen tersebut bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai.
Hasil panen itu merupakan buah dari proses budidaya yang selama ini dikerjakan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.
Menurut Sahat Bangun, kegiatan bercocok tanam tersebut sengaja dikembangkan agar warga binaan memperoleh pengalaman sekaligus keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
"Panen kangkung ini merupakan wujud dukungan kami terhadap 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan. Lebih dari itu, warga binaan memperoleh keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan bisa menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, pembinaan berbasis pertanian akan terus diperluas karena dinilai mampu memberikan manfaat ganda. Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan tersebut juga membangun disiplin, tanggung jawab, serta semangat bekerja bagi warga binaan.
"Kami ingin pembinaan di Lapas tidak berhenti pada aktivitas sehari-hari, tetapi benar-benar menghasilkan kemampuan yang bisa diterapkan setelah mereka bebas. Karena itu, program ketahanan pangan akan terus kami optimalkan sebagai bagian dari pembinaan yang produktif," Kata Sahat Bangun.
Panen 50 kilogram kangkung tersebut menjadi hasil nyata dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Kelas IIB Gunungsitoli. Melalui kegiatan budidaya sayuran, warga binaan tidak hanya dilibatkan dalam mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
(A1)
إرسال تعليق