Jakarta,Anekafakta.com-Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta (Disbud DKI) tak kenal lelah dalam membina, mengembangkan, melestarikan dan memanfaatkan khazanah budaya bangsa di ruang publik berkolaborasi dengan pelaku budaya. Kali ini, bersama dengan Yayasan Kampung Silat Petukangan Disbud DKI tampilkan Pencak Silat Beksi, Gendang Pencak, Tari Betawi dan Kanuragan Betawi dalam kegiatan rutin "Pentas Seni dan Budaya Bagi Masyarakat" pada Minggu, 09! Agustus 2026 di lokasi kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Taman Dukuh Atas Jakarta Selatan.
"Kegiatan ini bagi saya sangat memuaskan dan sangat menyenangkan karena banyaknya antusias penonton dari berbagai kalangan," ungkap Kezia salah satu peserta kegiatan dengan antusias.
Dijelaskannya bahwa penonton yang menyaksikan pertunjukan pencak silat beksi sangat terhibur. Semua melihat dan menyimak jurus yang di tampilkan dari berbagai perguruan secara bergantian. Bahkan, beberapa pencak silat beksi menampilkan jurus-jurus pamungkas secara bergantian. Selain itu, tokoh/sesepuh pencak silat beksi yang sudah berusia lanjut turutserta memeriahkan kegiatan ini dengan semangat bersama menjaga marwah budaya Betawi.
"Diantara penampilan pencak silat beksi, ditampilkan juga Tari Betawi, Musik Gendang Pencak, Story Telling Beksi dan Kanuragan Betawi untuk menghibur dan mengedukasi para peserta serta masyarakat yang sedang berolahraga di HBKB," jelasnya.
Ditegaskannya bahwa penampilan terakhir disuguhkan diskusi, Apresiasi dan atraksi Kanuragan Betawi. Dimana dalam diskusi tersebut diinformasikan bahwa pada jaman Jayakarta dulu para prajurit kerajaan dibekali keahlian Kanuragan untuk menghadapi musuh dalam memperjuangkan dan mempertahankan wilayahnya dari para penjajah.
"Dalam diskusi yang cukup seru ini, para penonton terlihat cukup mengapresiasi dan antusias menyimak keterangan jejak sejarah yang diberitahu oleh narasumber," tegasnya.
Menurutnya pada saat atraksi Kanuragan dilakukan oleh orang-orang profesional yang sangat mengerti dan memahami ketika peragaan berlangsung menarik. Banyak penonton yang ikut mempraktekkan bagaimana permainan Kanuragan tersebut secara langsung," jelasnya.
Diharapkan pertunjukan seperti ini dapat dilakukan lagi di kedepannya karena dengan pertunjukan ini orang orang yang menonton bukan hanya sekedar terhibur,"Akan tetapi mereka juga banyak belajar yang mungkin belum diketahui ," tegasnya.
Senada dengan itu, Marwah sebagai generasi penerus pencak silat beksi mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini karena sangat bermanfaat untuk membuka wawasan ilmu pengetahuan,
dan wadah pengembangan atau pengingat warisan budaya, terutama pencak silat beksi. Apalagi di zaman era globalisasi modern seperti ini.
"Dan menunjukkan atau mewariskan budaya yang sangat sakral, sehingga perlu dikembangkan seperti budaya leluhur kita budaya Betawi," tuturnya.
(ziz)
إرسال تعليق