Api Kembali Menyala di Jantung Bukit Soeharto, Petugas Berpacu Cegah Karhutla Meluas


Kukar ,Anekafakta.com— Kebakaran vegetasi kembali menjadi perhatian di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto, tepatnya KM 56 Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Api yang telah berlangsung sekitar tiga hari dilaporkan sempat padam, namun kembali menyala di tengah kondisi semak belukar dan dedaunan kering yang mudah terbakar.

Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses jalan utama dan masuk ke dalam kawasan hutan yang termasuk dalam delineasi OIKN. 

Kondisi medan menjadi tantangan utama bagi petugas karena kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api secara langsung.

Pemantauan dan penanganan dilakukan Selasa (22/9/2026) oleh personel Polsubsektor Tahura bersama petugas Gakkum Kehutanan UPTD Pusat, personel Otorita IKN serta masyarakat sekitar. Tim bergerak melakukan pemantauan terhadap titik api yang berada pada koordinat -0.861656, 117.008313.

Di lapangan, petugas mendapati vegetasi berupa semak belukar dan tumpukan dedaunan kering terbakar di bagian dalam kawasan hutan. Sementara area vegetasi yang berada di sekitar pinggir jalan utama Bukit Soeharto telah berhasil ditangani sejak sehari sebelumnya.

Masalahnya, titik api belum sepenuhnya aman, api dilaporkan sempat padam kemudian kembali menyala. Material kering di sekitar lokasi membuat potensi bara kembali muncul dan memicu penyebaran api tetap perlu diwaspadai.

Jarak titik kebakaran yang cukup jauh dari akses jalan membuat upaya pemadaman menggunakan unit Damkar tidak dapat dilakukan secara maksimal. Petugas di lapangan pun harus menyesuaikan penanganan dengan kondisi medan dan sarana yang tersedia.

Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama dua personel lainnya turut melakukan pemantauan. Penanganan juga melibatkan Lubis dari Gakkum Kehutanan UPTD Pusat bersama 15 personel, Reza bersama tiga personel Otorita IKN, serta sekitar 10 warga.

Kondisi tersebut membuat pemantauan berkelanjutan menjadi kunci. Petugas terus mengawasi perkembangan titik api untuk memastikan kebakaran tidak merambat lebih luas ke kawasan hutan.

Berdasarkan pemantauan dilapangan situasi di sekitar lokasi masih aman dan kondusif. Namun, karena titik api berada di medan yang sulit dijangkau dan material vegetasi dalam kondisi kering, penanganan lanjutan serta pemantauan tetap diperlukan.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan kebakaran di kawasan hutan bukan sekadar persoalan memadamkan api. Akses medan, jarak titik api, kondisi vegetasi dan ketersediaan sarana pemadaman menjadi faktor yang menentukan cepat atau lambatnya api dapat dikendalikan.

Red
Uploaded Image

Post a Comment

أحدث أقدم