JAKARTA, Anekafakta.com— Gusti Maulana Akbar, 25, warga Kota Bekasi, Jawa Barat, kini menjalani perawatan intensif di RSU Siaga Medika. Ia diduga mengalami depresi berat dan trauma psikis usai dianiaya di tempat kerjanya.
Peristiwa terjadi pada Rabu, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di kantor vendor ekspedisi di samping Koat Coffee, Jakarta. Korban dituduh merugikan perusahaan.
Berdasarkan keterangan keluarga, penganiayaan dilakukan oleh lima orang. Mereka adalah *CHRS* yang disebut pimpinan vendor, *SRY* tangan kanan CHRS, *Agga* mantan atasan korban di PT Dharma Celebes, *Diki* karyawan dan pengawas lapangan, serta satu orang lain yang belum diketahui identitasnya.
“Penganiayaan dilakukan agar korban mengakui tuduhan merugikan perusahaan,” kata *Lucky Daroja*, kerabat keluarga, kepada _ANEKA FAKTA, Sabtu (12/9/2026).
Dalam peristiwa itu, SRY disebut menginisiasi ancaman yang tidak lazim. “Ada inisiasi ‘potong jari dan dibuatkan MoU potong jari’,” ujar Lucky. SRY juga disebut kerap mengaku sebagai anggota ketika menegur sopir yang melakukan kesalahan.
Korban ditahan di lokasi kejadian selama berjam-jam. *Gusti baru dibebaskan pada pagi hari berikutnya*, Kamis 28 Agustus 2026.
*Breakdown di Tol Setelah Bebas*
Beberapa hari setelah kejadian, Gusti ditemukan petugas tol di Exit Tol Bojong dalam kondisi tidak wajar. Saat itu ia sedang bertugas mengantar paket rute Jogja-Jakarta.
“Gusti tiba-tiba keluar di Exit Tol Bojong. Saat diingatkan salah jalan dan hujan, dia diam dan menangis,” kata *Adli*, kawan korban.
Dari lokasi, Gusti dilarikan ke IGD RSU Siaga Medika. Berdasarkan resume medis yang diterima keluarga, korban mengalami halusinasi, merasa dikejar-kejar, dan menangis terus-menerus. Kondisi psikisnya menurun drastis hingga tidak bisa diajak berkomunikasi.
Keluarga mengaku telah mengantongi bukti hasil pemeriksaan rumah sakit. *Dalam waktu dekat, pihak keluarga akan melaporkan peristiwa ini ke Kepolisian*.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun kepolisian. _ANEKA FAKTA_ masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait.
*Narasumber:* Lucky Daroja - Kerabat Keluarga; Adli - Kawan Korban
*Reporter:* *YUDHA RUDIANTO*
إرسال تعليق