Proyek Irigasi Afia Terus Digarap, Pelaksana Tegaskan Tak Asal Jadi



Gunungsitoli ,Anekafakta.com— Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, terus dikerjakan. 

Pelaksana proyek, CV Permata Jennita, memastikan material yang digunakan dalam pekerjaan berasal dari sumber yang sesuai dan tidak menggunakan kembali material bekas yang berada di sekitar lokasi.

Direktur Pelaksana CV Permata Jennita, Reformasi Zega, mengatakan pemilihan material menjadi salah satu perhatian dalam pengerjaan proyek tersebut. 

Menurutnya, material yang terlihat menumpuk di pinggir jalan bukan material yang digunakan kembali untuk pekerjaan baru.

“Material bekas tidak pernah digunakan. Itu hanya ditumpuk dan diletakkan di pinggir jalan,” kata Reformasi, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, material pasir yang digunakan dalam proyek tersebut didatangkan dari Bogali dan Sungai Sowu. Sementara material batu gunung berasal dari sejumlah lokasi, yakni Hilimbowo, Ambukha, Alo'oa, dan Nazalou.

Proyek yang bersumber dari anggaran BKP Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Gunungsitoli itu memiliki pagu sekitar Rp8,6 miliar.

Pengerjaan dimulai pada 24 Juni 2026 dan berdasarkan kontrak ditargetkan selesai pada 21 Desember 2026.

Hingga Jumat (11/9/2026), progres pekerjaan diperkirakan telah mencapai sekitar 30 persen.

“Untuk progres pekerjaan kalau cuaca mendukung dalam minggu ini diperkirakan sekitar 30 persen,” ujar Reformasi.

Dalam pelaksanaannya, kondisi cuaca turut menjadi pertimbangan. Ketika hujan turun dan kondisi tidak memungkinkan, pekerjaan dihentikan sementara untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan.

“Kita tidak ingin pekerjaan ini asal jadi, sehingga kalau hujan, pekerjaan kami stop,” tegasnya.

Jaringan irigasi yang dikerjakan memiliki panjang sekitar 2.502 meter. Infrastruktur tersebut nantinya diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian di Desa Lasara Sowu, Gawu-Gawu Bouso, dan Tetehosi Afia.

Selain jaringan irigasi, pelaksana juga membangun sekitar 40 plat sebagai akses warga menuju rumah yang berada di jalur pembangunan irigasi.

“Ada sekitar 40 plat yang kita bangun untuk akses warga menuju rumah masing-masing yang dilintasi pembangunan irigasi,” kata Reformasi.

Sebagian besar tenaga kerja yang terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut juga merupakan warga setempat.

Dari sisi pengawasan, Reformasi menyebut pekerjaan terus dipantau oleh Dinas PUTR Kota Gunungsitoli. Pengawasan dilakukan oleh Kabid/PPK, direksi, hingga pengawas lapangan.

Menurutnya, pemantauan tidak hanya dilakukan pada siang hari. Petugas juga disebut datang ke lokasi pada malam hari untuk melihat perkembangan pekerjaan.

“Selama pekerjaan, dari Dinas PUTR sangat ketat memantau. Kabid/PPK, direksi dan pengawas bahkan malam hari datang memantau,” ujarnya.

Dokumentasi video pekerjaan juga dilakukan setiap hari sebagai bagian dari pemantauan progres.
Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai, pihak PUTR dapat meminta bagian tersebut dibongkar dan dikerjakan kembali.

“Kalau ada pekerjaan yang tidak sesuai, pihak PUTR sendiri yang meminta dilakukan pembongkaran,” kata Reformasi. 

(A1)
Uploaded Image

Post a Comment

أحدث أقدم